Skip to content

Tutorial Corel Draw .

http://www.ahlidesain.com/cat/coreldraw-tutorial
http://www.ahlidesain.com/tag/tutorial-coreldraw

contohny :
http://www.ilmugrafis.com/coreldraw_free.php

Dampak Negatif dan Positif dari Internet

 1. Dampak Positif dan Negatif Akibat Perkembangan Teknologi Internet

Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik).Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak ( dalam hal ini provider ) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet.

Pihak yang telah tergabung dalam jaringan ini akan memiliki alamat tersendiri ( bagaikan nomor telepon ) yang dapat dihubungi melalui jaringan internet. Provider inilah yang menjadi server bagi pihak-pihak yang memiliki personal komputer ( PC ) untuk menjadi pelanggan ataupun untuk mengakses internet.

Sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi internet juga semakin maju. ‘Internet’ adalah jaringan komputer yang dapat menghubungkan suatu komputer atau jaringan komputer dengan jaringan komputer lain, sehingga dapat berkomunikasi atau berbagi data tanpa melihat jenis komputer itu sendiri.

Pada tahun 1999, jumlah komputer yang telah dihubungkan dengan internet di seluruh dunia mencapai lebih dari 40 juta dan jumlah ini terus bertambah setiap hari. Saat ini jumlah situs web mencapai jutaan, bahkan mungkin trilyunan, isinya memuat bermacam-macam topik. Tentu saja, situs-situs itu menjadi sumber informasi baik yang positif ataupun negatif. Informasi dikatakan positif apabila bermanfaat untuk penelitiaan. Di bawah ini akan dijelaskan dampak-dampak positif maupun negatif dari penggunaan internet.

Dampak Positif:1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia. 2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah. 3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat. 4. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi. 5. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain 6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.Dampak Negatif
Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.

Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.

Carding
Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.

Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.1. Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face). 2. Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi. 3. Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).

4. Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut

 

http://yudakuyudz.wordpress.com/2008/03/19/dampak-positif-dan-negatif-akibat-perkembangan-teknologi-internet/

2. Dampak Internet pada pergaulan mahasiswa, siswa SD,SMP & SMA

 

 

Internet sbg Sarana Komunikasi Mahasiswa

 

Sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi internet juga semakin maju. ‘Internet’ adalah jaringan komputer yang dapat menghubungkan suatu komputer atau jaringan komputer dengan jaringan komputer lain, sehingga dapat berkomunikasi atau berbagi data tanpa melihat jenis komputer itu sendiri. Pada tahun 1999, jumlah komputer yang telah dihubungkan dengan internet di seluruh dunia mencapai lebih dari 40 juta dan jumlah ini terus bertambah setiap hari. Saat ini jumlah situs web mencapai jutaan, bahkan mungkin trilyunan, isinya memuat bermacam-macam topik. Tentu saja, situs-situs itu menjadi sumber informasi baik yang positif ataupun negatif. Informasi dikatakan positif apabila bermanfaat untuk penelitiaan.

Quarterman dan Mitchell membagi kegunaan internet dalam empat kategori, yaitu:

  1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
  2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
  3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
  4. Fungsi komunitas, internet membentuk masyarakat baru yang beranggotakan para pengguna internet dari seluruh dunia. Dalam komunitas ini pengguna internet dapat berkomunikasi, mencari informasi, berbelanja, melakukan transaksi bisnis, dan sebagainya. Karena sifat internet yang mirip dengan dunia kita sehari-hari, maka internet sering disebut sebagai cyberspace atau virtual world (dunia maya).

Oleh karena itu, pastilah kita ingin mengetahui fungsi internet serta fasilitas apa, di mana, bagaimana, mengapa, kepada dan dari siapa mahasiswa tersebut menggunakan internet untuk berkomunikasi.

 

Pada umumnya, para pengguna internet menggunakan internet yang tersedia di warung-warung internet atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘warnet’. Hal ini karena biayanya lebih murah dibandingkan dengan menggunakan internet pribadi.

 

Perlu diketahui bahwa mahasiswa belum bekerja, dan masih bergantung dari dana yang diberikan oleh orang tua mereka. Keadaan ini merupakan salah satu penyebab dimana mereka akan menggunakan komputer yang terhubung dengan internet. Pada umumnya, biaya menggunakan internet adalah sebesar tiga ribu lima ratus rupiah per jam. Tentu saja, biaya ini relatif mahal karena mahasiswa yang masih banyak tergantung dari dana yang diberikan orang tua perhari atau per mingu atau per bulan. Maka, komunikasi para mahasiswa lewat internet menjadi terbatas oleh biaya.

 

 

 

Situs Web

World Wide Web yang sering disingkat www merupakan fasilitas internet yang paling banyak digunakan saat ini di samping email. Situs web adalah informasi yang dapat diakses oleh seluruh pengguna internet dari seluruh dunia dengan menggunakan program yang disebut Web Browser misalnya Netscape Navigator dan Microsoft Internet Explorer. Informasi yang ditempatkan dalam situs web itu dapat berupa tulisan, gambar, animasi, suara, dan video klip.

 

Sebagai sarana komunikasi , Sistus web tersebut berguna untuk mencari data, berita, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan baru, dan lain lain. Misalnya, melalui pengamatan banyak mahasiswa mengunjungi web situs seperti friendster, detik, satuwanita, yahoo, CNN, Kompas dan sebagainya. Selain itu, mahasiswa bisa mempunyai situs web sendiri untuk menyebarluaskan ide-ide dan pendapat mereka sendiri kepada seluruh dunia.

 

Walaupun ada banyak manfaat situs web, juga ada banyak masalah. Masalah yang paling besar adalah bahwa informasi yang disebarkan di internet tidak selalu benar. Hal ini terjadi karena situs web tidak harus memberikan informasi yang benar dan akurat, dan tidak ada tanggung jawab atas kebenaran informasi yang disebarluaskan. Masalah yang kedua adalah pornografi yang merupakan dampak negatif. Namun, pornografi itu tidak harus dicari dengan sengaja, bisa saja mendapatkan pornografi dengan pencarian data dan file musik mp3. Dari pengamatan yang mendalam, tiga puluh tiga persen dengan sengaja mencari pornografi di www, dan bukan hanya laki-laki tetapi juga perempuan. Walaupun demikian, kebanyakan adalah mahasiswa yang dengan sengaja mencari pornografi. Sedangkan, yang tidak dengan sengaja mendapatkan pornografi sebanyak lima puluh sembilan persen.

 

Sering kali, orang ingin mengetahui dari mana asalnya pornografi itu. Biasanya, pornografi yang dicari mahasiswa adalah pornografi Barat, yaitu pornografi yang memuat tentang orang Amerika Serikat, Belanda, Perancis atau negara Barat lain. Namun, semakin lama semakin banyak pornografi <ST1:COUNTRY-REGIoN>Indonesia</ST1:COUNTRY-REGIoN> sudah tersedia melalui internet, dan kadang-kadang pornografi itu melibatkan mahasiswa <ST1:COUNTRY-REGIoN>Indonesia</ST1:COUNTRY-REGIoN>. Baru-baru ini, di internet, ada artikel tentang dua mahasiswa Bandung yang merekam adegan intim dengan kamera video. Tidak disangka, hasil rekaman ini beredar bak VCD porno komersial. Belakangan, file image dan klip yang heboh ini mulai bergentayangan di internet.

 

Jadi, sisi negatif dari www adalah pornografi yang dengan mudah dilihat dan hal ini memberikan dampak yang buruk bagi generasi muda <ST1:COUNTRY-REGIoN>Indonesia</ST1:COUNTRY-REGIoN>.

 

Email

Tujuan mahasiswa dalam menggunakan fasilitas internet bermacam-macam. Banyak mahasiswa menggunakan internet untuk penelitian, atau mencari berita asing, tetapi yang paling populer adalah email. Email itu adalah surat menyurat secara elektronik di mana pesan yang dikirimkan akan sampai dalam waktu singkat. Pesan email tidak hanya berupa tulisan tetapi dapat disertai dengan file gambar, suara, animasi, dan lain lain. Selain itu, email dapat dikirimkan kepada ratusan orang hanya dalam satu kali pengiriman. Makanya, email ini menjadi penting untuk komunikasi dalam zaman modern ini, dan terutama bagi para mahasiswa.

 

Dalam pengamatan rata-rata mahasiswa yang pernah menggunakan internet mempunyai alamat email sendiri. Alamat email mahasiswa itu semuanya bebas biaya seperti yahoomail atau hotmail yang terkenal. Mereka lebih menyukai yahoomail atau hotmail karena iklan-iklan situs web itu berhasil mempengaruhi mereka dan provider email itu sangat terkenal tidak hanya di <ST1:COUNTRY-REGIoN>Indonesia</ST1:COUNTRY-REGIoN>, tetapi juga di seluruh dunia.

 

Tentu saja, email yang diterima tetapi tidak diharapkan bukan hanya SPAM. Virus komputer juga sering diterima lewat email, dan topiknya juga tidak jelas. Sayangnya, belum ada cara untuk menghentikan SPAM dan virus komputer tersebut. Banyak perusahaan email gratis mempunyai ‘SPAM filter’ yang menghentikan penerimaan SPAM tetapi filter ini biasanya tidak efektif. Mungkin di masa depan seseorang akan membuat fiter yang efektif tetapi saat ini SPAM dan virus tetap menjadi masalah besar. Namun demikian, manfaat email masih melebihi dampak negatifnya. Bagi mahasiswa TSM, email masih merupakan sarana komunikasi yang tercepat dan tercanggih untuk berkomunikasi dengan teman dan keluarga. Email sudah menjadi pengganti yang baik dari surat biasa (atau dalam ‘bahasa internet’, snail mail) karena email tersebut diterima pada saat dan waktu yang sama dan tidak bisa dibaca oleh orang lain.

 

Chatting

Internet Relay Chat atau IRC atau sering disebut dengan chat atau chatting adalah forum diskusi online para pengguna internet dengan menggunakan tulisan sebagai alat untuk berdiskusi. IRC ini menyediakan suatu cara untuk berkomunikasi secara langsung dengan orang-orang di seluruh dunia, dan tentu saja, antara mahasiswa. IRC terdiri dari bermacam-macam jaringan server IRC (mesin-mesin untuk menghubungkan pemakai dengan IRC). Para pengguna memiliki suatu program (yang disebut ‘client’) untuk menghubungkan mereka dengan suatu server dari salah satu jaringan IRC tersebut. Server-server ini yang akan mengirimkan informasi dari satu server dan ke server yang lain dalam jaringan yang sama. Saat ini terdapat ribuan grup chatting dalam berbagai bahasa dan topik.

 

Dari pengamatan hampir seluruhnya mahasiswa yang sering menggunakan internet juga pernah chatting. Program yang sering digunakan untuk chatting ini adalah mIRC atau Yahoo Messenger.

Didalam chatting ini tidak jarang dari mereka melanjutkan hubungannya dari sekedar ngobrol di internet menjadi sebuah pertemuan langsung atau disebut kopdar (Kopi Darat). Bahkan ada juga yang akhirnya menjalin hubungan kekasih setelah mereka sering mengobrol di internet dan kemudian saling bertemu.

 

 

brb be right back segera kembai
bbl be back later nanti akan kembali
np no problem tidak apa-apa
lol laughing out loud tertawa terbahak-bahak
asl? age, sex, location? Berapa umurmu? Peremupuan/laki-laki? Dari mana?
Hlo mh hallo #mahasiswa
Join dong Masuklah!
u kul/ker? Kamu kuliah atau kerja?
ce cewek
co Cowok

Tiga atau Lima tahun yang lalu, penggunaan telepon genggam sudah semakin popular di Indonesia, terutama di antara generasi mudah pada umumnya, dan mahasiswa TSM pada khususnya. Dengan menggunakan fasilitas Short Message Service (SMS), bahasa yang digunakan berkembang sebagaimana layaknya ‘bahasa internet’. Kata-kata yang digunakan dalam ber-SMS sering kali disingkat, dan ejaannya tidak baik dan benar pada saat mengirim pesan kepada teman. Memang, mahasiswa yang sering chatting melalui internet juga mempunyai telepon genggam dan menggunakan ‘bahasa internet’ untuk SMSnya. Jadi, ‘bahasa internet’ juga biasa digunakan untuk ber-SMS. Menurut pendapat saya, penggunaan ‘bahasa internet’ atau ‘bahasa chatting’ itu semakin meluas di masyarakat. Mungkin di masa depan, kita akan mengembangkan bahasa yang baru dengan tata bahasa dan

istilah-istilah baru.

 

sumber :

http://yayang08.wordpress.com/2008/05/07/dampak-internet-bagi-pelajar/

Artikel Dampak dan Penyalahgunaan situs Jejaring Sosial

Penggunaan jejaring sosial saat ini berkembang sangat pesat dan cepat. Hampir setiap remaja ataupun orang dewasa memilikinya.

“Jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dan sebagainya.” (http://wikipedia.com)

Jejaring sosial sebagai struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Istilah ini diperkenalkan oleh Profesor J.A. Barnes di tahun 1954.

Dengan berkembangnya dunia teknologi, saat ini banyak situs-situs jejaring sosial yang menyedot perhatian banyak massa. Sebut saja Facebook dan Twitter yang belakangan ini sangat digandrungi anak kecil, remaja maupun dewasa. Sudah dapat dipastikan situs jejaring sosial ini memiliki dampak positif dan negatif bagi penggunanya itu sendiri. Pemanfaatan internet akhir – akhir ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Media internet tidak lagi hanya sekedar menjadi media berkomunikasi semata, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis, industry, pendidikan dan pergaulan social. Khusus mengenai jejaring social atau pertemanan melalui dunia internet, atau lebih dikenal dengan social network pertumbuhannya sangat mencengangkan.

Jejaring sosial adalah sebutan lain terhadap web community. Jejaring sosial adalah tempat untuk para netter berkolaborasi dengan netter lainnya. Bentuk kolaborasi antara lain adalah

* saling bertukar pendapat/komentar,
* mencari teman,
* saling mengirim email,
* saling memberi penilaian,
* saling bertukar file dan lain sebagainya.

Intinya situs jejaring sosial di kategorikan sebagai inter-aktivitas, lihat contoh di bawah :

1. Jaringan sosial di internet

Jejaring sosial atau jaringan sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll.

Jejaring sosial sebagai struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga.

2. Facebook adalah website jaringan sosial dimana para pengguna dapat bergabung dalam komunitas seperti kota, kerja, sekolah, dan daerah untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan orang lain. Orang juga dapat menambahkan teman-teman mereka, mengirim pesan, dan memperbarui profil pribadi agar orang lain dapat melihat tentang dirinya.

3. Twitter adalah salah satu layanan social networking dan saat ini merupakan layanan sangat terkenal terutama di Amerika Serikat dan Eropa. Twitter ini berfungsi semacam portal yang berisi daftar kegiatan sehari-hari dari para anggotanya. Jadi kalau kita tergabung di twitter kita akan tahu apa saja yang lagi dilakukan oleh teman-teman di jaringan kita.

Tentu saja situs jejaring sosial ini memiliki banyak dampak positif dan negatif atau banyak keuntungan yang diperoleh juga kerugian yang dihasilkan.

Berikut ini adalah dampak positif dan negatif yang diakibatkan oleh jejaring sosial:

DAMPAK NEGATIF:

1. Kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook atau MySpace juga bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental.

2. Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer akan jarang berolahraga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan kondisi fisik yang lemah, bahkan obesitas.

3. Kerusakan fisik juga sangat mungkin terjadi. Bila menggunakan mouse atau memencet keypad ponsel selama berjam-jam setiap hari, seseorang dapat mengalami cedera tekanan yang berulang-ulang. Penyakit punggung juga merupakan hal yang umum terjadi, pada orang-orang yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan meja komputer.

4. Media elektronik, seperti komputer, laptop, atau handphone (ponsel) juga menghancurkan secara perlahan-lahan kemampuan anak-anak dan kalangan dewasa muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh. Maksudnya adalah seseorang akan mengalami pengurangan interaksi dengan sesama mereka dalam jumlah menit per hari-nya menyebabkan jumlah orang yang tidak dapat diajak berdiskusi mengenai masalah penting, menjadi semakin meningkat setiap harinya.

DAMPAK POSITIF:
1.Memperluas pergaulan.
2.Sebagai media promosi dalam bisnis.

Semenjak situs jejaring sosial (seperti Facebook dan Twitter) menyedot perhatian publik. Sebagian besar menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengunjungi situs tersebut. Oleh karena itu diperlukan cara untuk mengatasi kecanduan jaringan sosial ini seperti dengan membatasi waktu penggunaan internet, terutama situs jaringan sosial. Kita juga perlu belajar menggunakan jaringan internet secara bijak sehingga kita tidak menjadi orang yang mencandu akan jejaring sosial. Sebaiknya para pengguna situs jejaring sosial ini tidak harus berhenti total untuk tidak menikmati situs tersebut, namun lebih bijak kalau secara perlahan untuk menguranginya yaitu dengan mengurangi jam bermain Facebook.

Berikut ini merupakan sepuluh situs jejaring sosial terpopuler di dunia saat ini :

No.

Situs Jejaring Sosial

Banyak Pengguna

1

 Facebok

750.000.000

2

 Twitter

250.000.000

3

 Linked In

110.000.000

4

 My Space

70.500.000

5

 The Google +

65.000.000

6

 Deviant Art

25.500.000

7

 Live Journal

20.500.000

8

 Tagged

19.500.000

9

 Orkut

17.500.000

10

 Cafe Mom

12.500.000

                                                         Sumber : http://www.ebizmba.com

Intinya situs jejaring sosial di kategorikan sebagai inter-aktivitas, Berikut beberapa contoh jaringan sosial di Internet :
A. FACEBOOK

Facebook adalah situs web jejaring sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat (e-mail) suatu universitas (seperti: .edu, .ac, .uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial ini.
Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan alamat surat-e apa pun dapat mendaftar di Facebook. Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah, tempat kerja, atau wilayah geografis.
Hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi, dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat, mengungguli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.

B. FRIENDSTER

Friendster, yang ide penamaannya berasal dari nama Napster, adalah sebuah situs web jaringan sosial yang memberikan fasilitas untuk membuat profil dan kemudian mengisi data dirinya untuk kemudian mendapatkan akun di Friendster. Dalam Friendster, kita juga dapat melihat teman dari teman kita dan teman dari teman dari teman kita, selain melihat teman kita sendiri.
Friendster dimulai sejak tahun 2002 oleh Jonathan Abrams dan sekarang sudah melewati masa beta test. Sejak awal 2005, Friendster juga telah memulai fitur blog.
Saat ini Friendster telah menginternasionalisasi bahasanya yang semula hanya bahasa Inggris, saat ini telah tersedia bahasa Indonesia, bahasa Tionghoa, bahasa Spanyol, bahasa Korea, bahasa Jepang, bahasa Vietnam, bahasa Malaysia.

C. MySPACE

MySpace adalah situs jaringan sosial populer yang menawarkan jaringan antar teman, profil pribadi, blog, grup, foto, musik dan video untuk remaja dan dewasa di seluruh dunia. Markas situs ini terletak di Beverly Hills, California, Amerika Serikat.

D. KENALAN YUK

KenalanYuk adalah situs jaringan sosialnya indonesia. keluaran 2009 dengan tampilan mirip facebook.

E. TWITTER

Twitter adalah suatu situs web layanan jaringan sosial dan mikroblog yang memberikan fasilitas bagi pengguna untuk mengirimkan “pembaharuan” berupa tulisan teks dengan panjang maksimum 140 karakter melalui SMS, pengirim pesan instan, surat elektronik, atau aplikasi seperti Twitterrific dan Twitbin. Twitter didirikan pada Maret 2006 oleh perusahaan rintisan Obvious Corp.
Kesuksesan Twitter membuat banyak situs lain meniru konsepnya, kadang menawarkan layanan spesifik lokal suatu negara atau menggabungkan dengan layanan lainnya. Suatu sumber bahkan menyebutkan bahwa paling tidak ada 111 situs web yang memiliki layanan mirip dengan Twitter
Tentu saja situs jejaring sosial ini memiliki banyak dampak positif dan negatif atau banyak keuntungan yang diperoleh juga kerugian yang dihasilkan.

 2.2  Manfaat Jejaring Sosial

Sebenarnya banyak manfaat yang dapat kita ambil dari jejaring sosial adalah sebagai berikut.

  • Sebagai sarana diskusi dengan jangkauan yang luas
  • Media untuk bertukar informasi
  • Sebagai sarana hiburan
  • Sebagai sarana berkomunikasi
  • Mempererat pertemanan dengan teman satu sekolah, atau teman kuliah
  • Menjalin silaturahmi yang sudah lama putus dengan teman lama atau kerabat lama
  • Mendapat banyak informasi terbaru
  • Mengisi waktu luang
  • Menambah wawasan
  • Tempat pembelajaran online

2.3  Contoh Kasus Penyalahgunaan Jejaring Sosial

Meningkatnya penggunaan jejaring sosial menimbulkan manfaat diiringi dengan penyalahgunaan jejaring sosial tersebut. Berikut adalah beberapa fakta nyata penyalahgunaan jejaring sosial salah satunya pada Facebook:

  • Kasus pelarian seorang remaja berumur 14 tahun bernama Marietha Novatriani di Sidoarjo, Surabaya. Remaja ini dilaporkan hilang dan diduga dibawa teman yang baru dikenalnya di Facebook. Diduga kuat pelakunya bernama Arie Power, temannya di Facebook.
  • Kasus Ibnu Rachal Farhansyah di Bali (16 Maret 2010), yang memperbaharui status Facebook dengan kata-kata yang mengandung SARA. Hal ini mengudang kontroversi sehingga Ibnu masuk dalam daftar pencarian orang yang dicari oleh kepolisian Bali dan dikecam oleh masyarakat Bali.

2.4  Dampak Negatif Jejaring Sosial

“Pada kenyataannya, didapatkan fakta dari Komnas Perlindungan Anak (2010) bahwa sekitar 53% pemakai situs jejaring sosial di Indonesia adalah remaja berusia kurang dari 18 tahun. Hal ini perlu mendapatkan perhatian ekstra dari pemerintah dan setiap orang dewasa, karena umumnya banyak terjadi dampak-dampak negatif karena penggunaan situs jejaring sosial.” (http://vivanews.com)

Berikut adalah dampak negatif yang timbul akibat pengguaan jejaring sosial:

  • Kecanduan
  • Lupa waktu
  • Bisa terperangkap dalam kejahatan internet
  • Berkurangnya perhatian terhadap keluarga
  • Tergantikannya kehidupan sosial
  • Tersebarnya data penting yang tidak semestinya
  • Pornografi
  • Pemanfaatan untuk kegiatan negatif
  • Kurangnya sosialisasi dengan lingkungan
  • Membuat prestasi pelajar semakin menurun
  • Tumbuhnya sikap hedonisme dan konsumtif

Demikian adalah beberapa penjelasan artikel Dampak dan Penyalahgunaan situs Jejaring Sosial  yang memiliki efek langsung dengan kehidupan manusia. Beberapa akibat turunan diantaranya adalah bisa dipecat dari pekerjaan, nilai pelajaran turun, mengalami susah tidur dan pola makan yang tidak sehat. Selain itu kecanduan jejaring sosial juga dapat memicu false perspective, yakni mempercayai apa yang ada di jejaring sosial melebihi apa yang dilihatnya secara nyata. Semoga hal-hal ini tidak terjadi pada kita dan kawan-kawan atau saudara kita semua. :)

KaryaTulisIlmiah~X-A :*

JUNK FOOD DAN FAST FOOD

DALAM KEHIDUPAN SEHARI – HARI

disusun untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah

dalam rangka Barito Vaganza VI

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

  1. Ainin Faricha X-A
  2. Nurlaila Ramadani X-A
  3. Zaskya Arifah E  X-A

 

 

Sekolah Menengah Kejuruan Putra Indonesia Malang

Program Keahlian: Kimia Industri

Jalan Barito nomor 5 Malang Telp (0341) 491132

Tahun Pelajaran 2012-2013

KATA PENGANTAR

Rasa syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang dengan rahmat dan hidayah-Nya kami dapat melaksanakan dan menyusun Karya Tulis Ilmiah ini. Untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah dalam acara Barito Vaganza VI di SMK Putra Indonesia Malang, Program Keahlian Kimia Industri  dengan judul “Junk Food dan Fast Food dalam Kehidupan Sehari – hari”.

Atas bimbingan bapak serta ibu guru dan saran atau kritik dari teman-teman maka disusunlah Karya Tulis Ilmiah ini. Semoga dengan tersusunnya KTI ini dapat berguna bagi kami semua dalam mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah ini. Selain itu, dengan tersusunnya Karya Tulis Ilmiah ini diharapkan juga dapat menjadi pedoman untuk penelitian lain.

 Rasa dan ucapan terima kasih patut kami sampaikan kepada pihak yang telah membantu kami dalam menyusun laporan ini. Dalam penulisan KTI ini kami mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Ibu Dian Purnamawati, selaku kepala sekolah SMK Putra Indonesia Malang
  2. Bapak Ari Nurcahyo Darmawan dan Ibu Anita W. Kursasi, yang telah mendukung kami untuk meyelesaikan karya ilmiah ini.
  3. Semua pihak yang telah ikut dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.

Kami berharap Karya Tulis Ilmiah ini bermanfaat bagi semua pihak dan sebagaimana mestinya serta bila terdapat kekurangan dalam pembuatan laporan ini penulis mohon maaf, karena penulis menyadari karya tulis ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan.

Malang, 22 Januari 2013

                                                                            Penulis

 

 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL                                                                                               

KATA PENGANTAR                                                                                 i

DAFTAR ISI                                                                                                 ii

BAB I PENDAHULUAN                                                                            1

1.1.  Latar Belakang                                                                                        1

1.2. Tujuan Pembahasan                                                                                 2

1.3. Rumusan Masalah                                                                                    2

1.4. Sumber Data dan  Metode Penelitian                                                      2

       1.4.1 Sumber Data                                                                                   2

       1.4.2 Metode Penelitian                                                                           2

BAB II PEMBAHASAN                                                                             

2.2 Definisi Junk Food dan Fast food                                                            3

2.3 Kandungan Junk Food dan Fast Food                                                     8

2.4 Dampak dari Junk Food dan Fast Food                                                   20

2.5 Cara mengurangi Junk Food dan Fast Food                                             21

BAB III PENUTUP                                                                                     

3.1 Kesimpulan                                                                                               23

3.2 Saran                                                                                                         23

DAFTAR PUSTAKA                                                                                                                 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG

Dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang pesat, sehingga semakin mudahnya manusia dalam melakukan segala sesuatu. Terjadi pula perubahan pola dan gaya hidup manusia pada saat ini. Kita dapat melihat salah satu contohnya yaitu semakin maraknya makanan siap saji atau biasa disebut junk food atau fast food atau yang sering terdengar dengan sebutan makanan instant.

Tanpa kita sadari, maraknya fast food selain memiliki dampak positif  juga memiliki dampak negatif untuk kesehatan tentunya. Dampak positif dapat dibuktikan dari cara penyajian yang cepat untuk menghemat waktu yang miliki. Tapi selain itu kita juga harus melihat dampak negatif yang ditimbulkan oleh junk food atau fast food, misalnya bertambahnya kadar lemak dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan obesitas atau kegemukan.

Kandungan junk food yang sebagian besar merupakan zat adiktif yang membahayakan tubuh apabila dikonsumsi secara berlebihan. Zat adiktif yang dikonsumsi secara berlebihan dapat mengakibatkan tumbuhnya kanker dalam darah yang berakibat fatal.

 

 

 

 

1.2. TUJUAN PEMBAHASAN

Karya tulis ilmiah yang berjudul “JUNK FOOD DAN FAST FOOD DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI” ini ditulis untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang junk food atau fast food  dan untuk mengetahui kandungan dari junk food atau fast food dampak yang ditimbulkan. Sebab, di zaman sekarang konsumsi junk food dan fast food sudah menjadi kebiasaan dan jika terus menerus akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh.  

Selain itu karya tulis ilmiah ini ditulis untuk mengikuti lomba Karya Tulis Ilmiah dalam rangka Barito Vaganza VI yang diselenggarakan oleh SMK Putra Indonesia Malang. Dengan karya ilmiah ini, kami berharap konsumsi junk food dalam kehidupan baik untuk diri sendiri atau orang lain di sekitar semakin berkurang, serta dapat menciptakan pola hidup sehat dengan makanan yang bergizi.

1.3 RUMUSAN MASALAH

     1. Apa pengertian dari junk food atau fast food ?

     2. Apa kandungan dari junk food atau fast food ?

     3. Apa dampak yang ditimbulkan dari junk food atau fast food ?

     4. Bagaimana cara menghindari atau mengurangi konsumsi junk food dalam

         kehidupan sehari–hari?

1.4 SUMBER DATA DAN METODE PENELITIAN

Metode yang kami gunakan adalah deskriptif. Kajian pustaka dilakukan        

      dengan mencari literatur di internet dan buku – buku panduan.

 

BAB II

KERANGKA TEORI

2.1. PENGERTIAN JUNK FOOD

                         Junk Food, terdiri dari kata junk yaitu sampah, dan food yang berarti makanan. Menurut Wikipedia adalah istilah yang mendeskripsikan makanan yang tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan nutrisi. Makanan Junk Food mengandung jumlah lemak yang besar. Makanan cepat saji sering dianggap sebagai junk food, sementara makanan yang lain tidak dianggap, meskipun nutrisi yang dimilikinya hampir sama.

                        Fokus utama dari istilah Junk Food sebenarnya adalah kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalamnya. Sehingga implemantasinya dapat mengarah pada berbagai jenis makanan, tidak hanya makanan cepat saji. Sebab, ada kalanya terdapat makanan cepat saji dalam komposisi nutrisi yang baik.

                 Menurut World Health Organization (WHO), badan kesehatan internasional  di bawah naungan PBB mengkategorikan 10 golongan yang disebut makanan Junk Food. 

2.1.1 Makanan gorengan

Golongan makanan ini pada umunya kandungan kalorinya tinggi, kandungan lemak atau minyak dan oksidanya tinggi. Bila dikonsumsi secara regular dapat menyebabkan kegemukan, mengakibatkan hyperlipitdema dan sakit jantung korener. Dalam proses menggoreng sering terjadi banyak zat karsiogenik, hal mana telah dibuktikan kecenderungan kanker bagi mereka yang mengkonsumsi makanan gorengan jauh lebih tinggi dari yang tidak / sedikit mengkonsumsi makanan gorengan.

 

2.1.2 Makanan kalengan

Baik yang berupa buah kalengan atau daging kalengan, kandungan gizinya sudah banyak dirusak, terlebih kandungan vitaminnya hampir seluruhnya mengalami penurunan baik kualitas maupun kuantitas dari bahan asalnya. Terlebih dari itu kandungan proteinnya telah mengalami perubahan sifat hingga penyerapannya diperlambat. Nilai gizinya jauh berkurang. Selain itu banyak buah kalengan berkadar gula tinggi dan diasup ke tubuh dalam bentuk cair sehingga penyerapannya sangat cepat. Dalam waktu singkat dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, memberatkan beban pankreas. Bersamaan dengan tingginya kandungan kalori, juga dapat menyebabkan obesitas.

2.1.3 Makanan asinan

Dalam proses pengasinan dibutuhkan penambahan garam secara signifikan, hal mana dapat mengakibatkan kandungan garam makanan tersebut melewati batas dan menambah beban ginjal. Bagi pengkonsumsi makanan asinan tersebut, bahaya hipertensi dapat dihasilkan. Terlebih pada proses pengasinan sering ditambahkan amonium nitrit yang menyebabkan peningkatan bahaya kanker hidung dan tenggorokan. Kadar garam tinggi dapat merusak selaput lendir pada lambung dan usus. Bagi mereka yang secara kontinyu mengkonsumsi makanan asin dapat menyebabkan radang lambung dan usus.

2.1.4 Makanan daging yang diproses (ham, sosis, dll)

Dalam makanan golongan tersebut mengandung garam nitrit dapat menyebabkan kanker, juga mengandung pengawet atau pewarna yang memberatkan beban hati atau liver. Dalam ham kadar natriumnya tinggi, mengkonsumsi dalam jumlah besar dapat mengguncangkan tekanan darah dan memberatkan kerja ginjal.

2.1.5 Makanan dari daging berlemak dan jerohan

Walaupun makan ini mengandung kadar protein yang baik serta vitamin dan mineral, tapi dalam daging berlemak dan jerohan mengandung lemak jenuh dan kolestrol yang sudah divonis sebagai pencetus penyakit jantung. Makan jerohan binatang dalam jumlah banyak dan waktu lama dapat menyebabkan penyakit jantung koroner dan tumor ganas seperti kanker usus besar dan kanker payudara.

2.1.6 Olahan Keju

Sering mengkonsumsi olahan keju dapat menyebabkan penambahan berat badan hingga gula darah meninggi. Mengkonsumsi cake atau kue keju bertelur menyebabkan kurang nafsu makan. Konsumsi makanan berkadar lemak dan gula tinggi sering mengakibatkan pengosongan perut. Banyak kasus terjadinya hyperakiditas dan rasa terbakar.

2.1.7 Mi Instant

Makanan ini tergolong makanan tinggi garam, miskin vitamin dan mineral. Kadar garam tinggi menyebabkan beratnya beban ginjal, meningkatkan tekanan darah dan mengandung trans lipid, memberatkan beban pembuluh darah jantung.

2.1.8 Makanan yang dipanggang atau dibakar

Makanan yang dipanggang atau dibakar seperti sate, ayam bakar dan sejenisnya mengandung zat penyebab kanker atau karsinogenik.

2.1.9 Sajian manis beku

Termasuk golongan ini ice cream, cake beku dan lain-lain. Golongan ini punya 3 masalah karena mengandung mentega tinggi yang menyebabkan obesitas karena kadar gula tinggi mengurangi nafsu makan juga karena temperatur rendah sehingga mempengaruhi usus.

2.1.10 Manisan kering

Mengandung garam nitrat. Dalam tubuh bergabung dengan ammonium menghasilkan zat karsiogenik juga mengandung zat aditif sebagai tambahan yang merusak fungsi hati dan organ lain, mengandung garam tinggi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan memberatkan kerja ginjal.

Setidaknya kita dapat menganalisa makanan dengan tepat, himbauan WHO atas daftar makanan diatas bukan berarti kita dilarang mengkonsumsinya. Jadi, paling tidak pola hidup sehat juga didukung oleh pola makanan sehat.

          Banyak orang yang keliru menganggap bahwa fast food merupakan junk  food. Padahal sebenarnya fast food memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh. Namun apabila terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi fast food, maka fast food tersebut akan menjadi junk food bagi tubuh kita. Jadi tidak semua fast food seperti fried chicken, hamburger, pizza, dan lain-lain merupakan junk food. Makanan-makanan tersebut dapat menjadi junk food apabila dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus. Karena itu bukan berarti bahwa semua restoran-restoran fast food menjual junk food. Makanan-makanan fast food yang dibuat sendiri di rumah juga akan menjadi junk food apabila dikonsumsi berlebihan. Bahkan makanan-makanan yang seharusnya menyehatkan bisa berubah menjadi junk food. Berikut ini adalah 10 jenis makanan sehat yang berubah menjadi junk food setelah dikomersilkan, antara lain :

          2.1.10.1 Pizza

2.1.10.2 Sayuran organik komersil

                        Banyak produk-produk organik yang beredar di pasaran adalah produk yang tidak pasti apakah produk organik tersebut menyehatkan.

 

2.1.10.3 Sereal

                        Sereal yang dijual di pasaran adalah produk gandum, oat, atau beras yang telah ditambahi gula, sirup, dan bahan-bahan lain yang justru membuat sereal menjadi junk food bagi tubuh.

2.1.10.4 Roti tawar

                        Roti tawar yang sehat seharusnya terbuat dari tepung, air. Sedikit garam dan ragi. Namun banyak produk roti tawar yang dipasarkan mengandung tepung dengan gula, sirup, bahkan bahan tambahan yang tidak berguna.

2.1.10.5 Popcorn

                                                Sebenarnya jagung itu sehat karena memiliki zat besi tinggi, rendah kalori dan sedikit gula. Namun banyak produk popcorn yang dijual di pasaran memiliki rasa yang asin karena justru kandungan gula dan garam di dalam produk popcorn yang lebih banyak sehingga tidak lagi menyehatkan.

2.1.10.6 Kentang russet

                        Kentang ini adalah jenis kentang yang biasanya dipakai untuk membuat french fries. Ternyata jenis kentang ini dapat memicu terjadinya diabetes dan obesitas karena apabila dikonsumsi maka kentang ini cepat terkonversi menjadi gula darah. Meskipun begitu banyak produsen yang menambahkan gula dan garam pada produk kentang ini, karena jenis kentang ini memiliki rasa yang hambar.

2.1.10.7 Teh hijau

                        Teh hijau sebenarnya adalah minuman yang menyehatkan. Namun sekarang banyak dipasarkan teh hijau dalam kemasan botol yang telah ditambah dengan zat-zat lain seperti gula, penguat rasa, dan pengawet yang membuat teh hijau tidak lagi menjadi minuman yang sehat.

 

 

2.1.10.8 Sup kalengan

          Awalnya sup kalengan memiliki komposisi yang ideal dan sehat. Namun lama-lama banyak produsen sup kalengan yang hanya memikirkan keuntungan sehingga produk sup kalengan mereka tidak lagi mengandung komposisi yang ideal dan sehat.

2.1.10.9 Yoghurt

                        Banyak dijumpai yoghurt-yoghurt kemasan yang dijual di pasar swalayan. Sebagian produk yoghurt tersebut biasanya mengandung banyak gula dan buah yang diproses, kemudian disamarkan menjadi produk yoghurt yang sehat.

2.1.10.10 Nugget ikan

                        Nugget ikan yang ada di pasaran memang membuat praktis, namun justru mengandung lebih banyak garam dan lemak sehingga tidak sehat bagi tubuh.

 

2.2 KANDUNGAN JUNK FOOD

            Junk food sering disebut-sebut tidak sehat bagi tubuh. Hal ini dikarenakan, kandungan nutrisi junk food sangat rendah atau kalorinya terlalu tinggi dan hanya mengandalkan rasanya yang enak. Umumnya yang termasuk dalam golongan junk food adalah makanan berkadar garam (sodium) tinggi, bergula tinggi, berlemak jenuh dan kolesterol tinggi, namun kandungan nutrisi lainnya seperti protein, vitamin dan mineral sangat sedikit. Bila jumlah ini terlalu banyak di dalam tubuh, maka akan menimbulkan banyak penyakit. Dari penyakit ringan sampai penyakit berat seperti darah tinggi, stroke, jantung, dan kanker.

            Sodium tidak boleh kebanyakan terdapat di dalam tubuh kita. Untuk ukuran orang dewasa, sodium yang aman jumlahnya tidak boleh lebih dari 3300 miligram. Ini sama dengan 1 3/5 sendok teh. Bila sodium terlalu banyak, maka dapat meningkatkan aliran dan tekanan darah sehingga bisa membuat tekanan darah tinggi. Tekanan darah yang tinggi juga akan berpengaruh munculnya gangguan ginjal, penyakit jantung, dan stroke. Satured fat berbahaya bagi tubuh karena zat tersebut merangsang organ hati untuk memproduksi banyak kolesterol. Kolesterol sendiri didapat dengan 2 cara, yaitu oleh tubuh itu sendiri dan ada juga yang berasal dari produk hewani yang kita makan.

            Kolesterol banyak terdapat dalam daging, ayam, ikan, telur,mentega, susu, dan keju. Bila jumlahnya banyak, kolesterol dapat menutup saluran darah dan oksigen yang seharusnya mengalir ke seluruh tubuh. Tingginya jumlah satured fat akan menimbulkan kanker, terutama kanker usus dan kanker  payudara. Kanker payudara merupakan pembunuh terbesar setelah kanker usus. Lemak dari daging, susu, dan produk-produk susu merupakan sumber utama dari satured fat. Selain itu, beberapa junk food juga mengandung banyak gula. Gula, terutama gula buatan, tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan penyakit gula atau diabetes, kerusakan gigi, dan obesitas. Minuman bersoda, cake,dan cookies mengandung banyak gula dan sangat sedikit vitamin serta mineralnya. Minuman bersoda mengandung paling banyak gula, sedangkan kebutuhan gula dalam tubuh tidak boleh lebih dari 4 gram atau satu sendok teh sehari.

2.3 Tabel Zat Aditif pada Makanan

 

ID

NAMA

PRODUK

JENIS

MAKANAN

KANDUNGAN

ZAT ADITIF

1

Chitato

Makanan Ringan

TBHQ,MSG, CaCO3, DG, DI, pewarna, NaB

2

Chitos

Makanan Ringan

DG, DI, CaCO3, FF, TBHQ, pewarna, NaB, MSG

3

Piattos

Makanan Ringan

KCl, AAS, pewarna, NaB, MSG

4

French fries

Makanan Ringan

NaB, pewarna, Si, FF, AS, MSG

5

Potato Chips

Makanan Ringan

NB, FF, pewarna, AS, MSG

6

Potato Steak

Makanan Ringan

DG, DI, CaCO3, FF, TBHQ, MSG

7

Happy Tos

Makanan Ringan

KB, SB, pewarna, NaB, FF, MSG

8

Balls

Makanan Ringan

TBHQ, MSG, CaCO3, DG, DI, pewarna, NaB, Si

9

Taro

Makanan Ringan

NB, FF, AS, CaCO3, KB, NaB, DG, DI, MSG

10

Double Dekker

Makanan Ringan

TBHQ, MSG, CaCO3, DG, NaB, pewarna,AS

11

Jet Zet

Makanan Ringan

KB, SB, MSG, NaB, FF, TBHQ, pewarna, KCO3, NB

12

Twisko

Makanan Ringan

DG, DI, KCO3, FF, TBHQ, TBHQ, MSG

13

Mie Remes ABC

Makanan Ringan

MSG, KB, SB, NaB, FF, pewarna, NB, Aas

14

Indomie Goreng

Makanan Siap Saji

Fe, PK, P, pewarna, AF, MSG, KB, SB, Aas, NB

15

Selera Rakyat

Makanan Siap Saji

MSg, NaK, NaB, KCO3, G, pewarna, KB

16

Sedap

Makanan Siap Saji

Tk, AR, MSG, pewarna, NB, NaB, KB, CaB

17

ABC

Makanan Siap Saji

MSG, NB, KB, CaB, TBHQ, Fe, PK, AF

18

Sarimi

Makanan Siap Saji

MSG, NB, MNG, MH, pewarna, AF, Fe

19

Gaga

Makanan Siap Saji

TF, MSG, NB, MNG, P, PK

20

Mie Duo

Makanan Siap Saji

MSG, Ng, NB, MNG, AF, AR

21

Salam Mie

Makanan Siap Saji

NaK, KCO3, Po, G, pewarna, Fe, Af, MSG

22

Pop Mie

Makanan Siap Saji

P, PK, Ng, MSG, AF, NB, MNG, Po

23

Cup Noodles

Makanan Siap Saji

pewarna, PK, F, Hp, Ps

24

Mie Gelas

Makanan Siap Saji

P, TBHQ, PK, MSG, MNG, NB

25

Mie Soun

Makanan Siap Saji

MSG,MNG, P, NB, PK, AF

26

Al-Ham Mie

Makanan Siap Saji

MSG,MNG, P, NB, PK, AF, TF

27

Sambal Asam Manis Kokita

Bumbu dalam Botol

Al, Ast, AS,MSG,Sk,AB,Ph

28

Sambal Terasi kokita

Bumbu dalam Botol

SB,MSG,Sk,AB,Bt

29

Sambal Bajak Kokita

Bumbu dalam Botol

SB,NB,MSG,Sk,Bt

30

Sambal Kecap Kokita

Bumbu dalam Botol

Pt,SB,MSG,Sk

31

Sambal Tauco Kokita

Bumbu dalam Botol

SB,Bd,MSG,Sk,Krt, NB

32

Sambal Balado Kokita

Bumbu dalam Botol

NB,Ast,SB,MSG,pewarna

33

Sambal Bangkok Kokita

Bumbu dalam Botol

Aa,Ca,La,SB,MSG,pewarna,NB

34

Sambal Indofood

Bumbu dalam Botol

Tkl,MSG,SB,pewarna,NB

35

Sambal Sasa

Bumbu dalam Botol

MSG,pewarna,P,Ast,NB,SB

36

Saus Tomat Lombok

Bumbu dalam Botol

NB,pewarna,MSG,Sk,AS,P,KB,Bd

37

Saus Raja Rasa

Bumbu dalam Botol

MSG,NB,Ca,Sk,pewarna

38

Saus Tiram

Bumbu dalam Botol

pewarna,MSG,Sk,Ca,NB,Ks

39

Kecap Sate

Bumbu dalam Botol

Sk,pewarna,NB,P

40

Kecap Indofood

Bumbu dalam Botol

KB,CaB,NB,Sk,pewarna,P,MSG

41

Kecap Cap Dorang

Bumbu dalam Botol

Sk,pewarna,P,NB,MSG

42

Kecap Bango

Bumbu dalam Botol

KB,CaB,NB,MSG,P

43

Kecap Piring Lombok

Bumbu dalam Botol

NB,MSG,P,Sk

44

Kecap ABC

Bumbu dalam Botol

MSG,P,Sk,NB

45

Saus Inggris

Bumbu dalam Botol

Vn,Gr,Sa,NB,MSG,P,Sk

46

Santan Kara

Bumbu Pelengkap dalam kemasan Plastik

MSG,Sk,P,NB,TBHQ

47

Cip Corned Beef

Makanan Kaleng

Nn,Po,N,Bd,Pn,Dg,MSG,Sc,Dim,Sn

48

Cip Soppini

Makanan Kaleng

TBHQ,Sn,Po,MSG,Bd,Pt,NB

49

Corned ABC

Makanan Kaleng

MNG,Nn,Bd,Pn,Sn

50

Sosis Champ

Makanan dalam Kemasan Plastik

Bd,Nn,TBHQ,Po,Pt

51

Sosis Farm House

Makanan dalam Kemasan Plastik

TBHQ,Sn,Po,MSG,Bd,Pt,NB

52

Sosis Vida

Makanan dalam Kemasan Plastik

NB,TBHQ,Po,Sn,Bd

53

Sosis Bernardi

Makanan dalam Kemasan Plastik

NB,Bd,Po,Pt

54

Bakso Vida

Makanan dalam Kemasan Plastik

NB,MSG,Po,TBHQ,B

55

Bakso Bernardi

Makanan dalam Kemasan Plastik

TBHQ,B,MSG,Po,Sn,NB

56

Qeju-Qeju

Makanan Pelengkap dalam Kemasan Kertas

KB,CaB,NB,N,Nn,Re,Pt,SB,An

57

Kraft Singles

Makanan Pelengkap dalam Kemasan Kertas

KB,NB,Kn,Nn,Re,Pt,SB,An,G

58

Blue Band

Makanan Pelengkap dalam Kemasan Plastik

Krt,Ks,Ss,NB,CaB,KB

59

Palm Boom

Makanan Pelengkap dalam Kemasan Plastik

NB,CaB,KB,Kst

60

Simas Margarin

Makanan Pelengkap dalam Kemasan Plastik

Krt,KB,NB,CaB,Ss,Ks

61

Chox

Permen

Ga,F,Sl,pewarna,Sk,P

62

Golia

Permen

Sg,Gl,M,Al,El,Pp,pewarna

63

Fruitella

Permen

AS,Ga,Gs,A,pewarna

64

Trebor

Permen

Am,AS,Ml,Em,pewarna

65

Big Babol

Permen

Gb,Gl,Sr,AS,pewarna

66

Gulas

Permen

pewarna,At,AS

67

Travella

Permen

Hm,M,CA,pewarna

68

Relaxa

Permen

pewarna,M,Hm

69

Station Rasa

Permen

AS,A,pewarna

70

Tango

Permen

CA,A,pewarna

71

Manise

Permen

AS,A,pewarna,Sk,P,Sl

72

Tamarin

Permen

At,AS,Sk

73

Plonk

Permen

Sg,Gl,M,Al,Pp

74

Kopiko

Permen

Ga,F,Sl,pewarna,Sk,P

75

Hexos

Permen

Gl,M,Al,El,Pp

76

Sugus

Permen

AS,Ga,Gs,F,pewarna

77

Collins

Permen

P,F,AS,Am,Gl

78

Boom

Permen

M,CA,AS,Hm,Gl

79

Pindy Mint

Permen

M,Hm,F,AS,pewarna

80

Hulabaloo

Biskuit

Ab,R,Pn,Sn,NB

81

Tops

Biskuit

Sl,Ab,NB

82

Gery

Biskuit

S,Pn.Sn,NB

83

Nyam-nyam

Biskuit

Ab,Em,NB,Ft

84

Twister

Biskuit

Ab,D,NB,Ft

85

Bricko

Biskuit

D,SB,NB,Sl,Ab

86

Selamat

Biskuit

V,Sl,Ab

87

Good Time

Biskuit

Ab,NB,V,Sl

88

Micmac

Biskuit

Ab,F,pewarna,NB,SB

89

Trenz

Biskuit

Ab,pewarna,V,Sl,MSG

90

Dueto

Biskuit

Ab,NB,SB

91

Snips Snaps

Biskuit

Ab,Sl,S,Pp,SB,NB

92

Trakinas

Biskuit

Ab,NB,pewarna,F,Sl

93

Oops

Biskuit

pewarna,Hp,NB,MSG

94

Oreo

Biskuit

Ab,NaB,NB

95

Ritz

Biskuit

Am,Pr,MNG,Kf

96

Tropicool

Jelly

NB,AS,Kr,Pc,pewarna

97

Okky

Jelly

I,Ks,Pe,pewarna

98

Inaco

Jelly

NB,AS,I,Pc,pewarna

99

Mariza

Selai

AS,Ks,pewarna

100

Welco

Selai

AS,pewarna,NB,Ks,P

101

Harry

Selai

pewarna,NB,AS,Ks,Pt

102

Pido

Selai

NB,AS,Ks,P,pewarna

103

Iduna

Selai

NB,Ks,AS,P,pewarna,Pt,I

104

Fresh

Pemanis dalam botol

NB,P,pewarna,CaB,KB,Bd,P,Pe

105

Marjan

Pemanis dalam botol

pewarna,NB,KB,Pe

106

Abc

Pemanis dalam botol

pewarna,Pe,P,Cab,Nb

107

Coffe Mocca

Pemanis dalam botol

Pe,NB,KB,P,pewarna

108

Leo

Pemanis dalam botol

P,Pe,pewarna,CaB,NB

109

Pocarri Sweat

Minuman dalam kaleng

AS,Ns,NaCl,CaCl,Kal,Mg,Prs

110

Fanta

Minuman dalam kaleng

Mg,Prs,pewarna,KB,CaB,NB,Bd

111

Green Sand

Minuman dalam kaleng

Prs,CaB,KB,Bd,Mg

112

Sprite

Minuman dalam kaleng

Prs,Mg,AS,Kal,NB

113

Coca-cola

Minuman dalam kaleng

KB,NB,Mg,Kal,AS

114

Diet Coke

Minuman dalam kaleng

AS,NB,Mg,Kal

115

Pepsi

Minuman dalam kaleng

AS,NB,Mg,Kal,Prs

116

Calpico Water

Minuman dalam kaleng

AS,Ns,NaCl,Kal,Mg,Prs

117

Sunkist

Minuman dalam kaleng

pewarna,Prs,NB,Kal

118

Fruit Tea

Minuman dalam kaleng

Ps,TBHQ,Prs,F,pewarna,NB

119

Ribena

Minuman dalam kaleng

Ps,Prs,pewarna,NB,AS

120

Go-go

Minuman dalam kaleng

Prs,pewarna,NB,AS

 

KETERANGAN

ID

SINGKATAN

KEPANJANGAN

1.

TBHQ

Antioksidan, ascorbid acid

2.

MSG

Monosodium Glutamat

3.

CaCO3

Kalsium Karbonat

4.

DG

Dinatrium Guanilat

5.

DI

Dinatrium Inolsitat

6.

Pewarna

Sunseet Yellow/Kuning FCF CI 15985,Karamel,

Tartrazine CI 19140,Ponceou 4R CI 16255,

Merah Allura CI 16035,

Biru Berlian CI 42090,Enthrosine CI 45430,

Indigotine CI73015,Coklat HT

7.

NaB

Natrium Bicarbonat

8.

Si

Siklamat

9.

FF

Ferro Fumarat

10.

KCL

Kalium klorida

11.

AS

Asam Sitrat

12.

NB

Natrium Benzoat

13.

SB

Sodium Benzoat

14.

KB

Kalium Benzoat

15.

Fe

Zat besi

16.

Pk

Pengatur Keasaman

17.

P

Pengental

18.

AF

Asam Folat

19.

KCO3

Kalium Karbonat

20

Po

Poliphospat

21.

G

Guar Gum

22.

Tk

Thickener

23.

AR

Acidity Regulator

24.

MNG

Mononatrium Glutamat

25.

MH

Metil-p-hidroksi Benzoat

26.

TF

Trikalsium Fosfat

27.

Ng

Natural Gum

28.

Nn

Natrium Nitrit

29.

N

Nitrat

30.

Bd

Belerang Dioksida

31.

Pn

Pepsin

32.

Dg

Disodium Guanilat

33.

Sc

Sodium Cloride

34.

Dim

Disodium Inosinate Maltol

35.

Sn

Sodium Nitrit

36.

Pt

Potassium

37.

Al

Asam Laktat

38.

Ast

Asam Asetat

39.

Sk

Sakarin

40.

Ph

Pigmen Heme

41.

Bt

Betasianin

42.

Krt

Karotenoid

43.

Aa

Acetid Acid

44.

Ca

Citrid Acid

45.

Tkl

Tokoferol

46.

Ks

Kalium Sorbat

47.

Vn

Vinegar

48.

Gr

Garlic

49.

Sa

Sorbid Acid

50.

F

Flavour

51.

Hp

Hidrosilat Protein Sayuran

52.

Ps

Pemanis

53.

Ga

Gom Arab

54.

Sl

Soya Lesitin

55.

Pg

Penggumpal

56.

Sg

Sirup Glukosa

57.

Gl

Gliserin

58.

M

Mentol

59.

El

Eukaliptol

60.

Pp

Pepermint

61.

Gs

Gelatin Sapi

62.

Am

Asam Malat

63.

Ml

Molases

64.

Em

Emulsifier

65.

Gb

Gum Base

66.

Sr

Sorbitol

67.

At

Asam Tartrat

68.

Hm

Herbal Mint

69.

CA

Cooling Agent

70.

A

Aroma

71.

Ab

Amonium Bicarbonat

72.

R

Ragi

73.

Pn

Papain

74.

S

Salt

75.

Em

Ekstrak Malt

76.

Ft

Fruktosa

77.

D

Dextrose

78.

V

Vanili

79.

Kf

Kalsium Fosfat

80.

Kr

Karagen

81.

Pc

Pectin

82.

I

Inulin

83.

Ks

Kalsium Sitrat

84.

Pe

Pengemulsi

85.

NaCl

Natrium Klor

86.

CaCl

Kalsium Klor

87.

Kal

Kalsium Laktat

88.

Mg

Magnesium Karbonat

89.

Prs

Pencita Rasa Sitrus

90.

Re

Renin

91.

An

Annato

92.

La

Lactid Acid

93.

NaK

Natrium Karbonat

94.

Ns

Natrium Sitrat

95.

Pr

Protease

96.

Kn

Kalsium Nitrit

97.

Ss

Sodium Sitrat

98.

Am

Amilase

99.

B

Borax

 

 

2.4 DAMPAK DARI JUNK FOOD

      Beberapa dampak yang ditimbulkan dari junk food adalah:

2.4.1 Meningkatkan risiko penyakit jantung

Sebuah studi yang dilakukan University of Minnesota School of Public Health, meneliti tentang efek berbahaya dari junk food. Penelitian ini dilakukan selama 10 tahun yang melibatkan lebih dari 60.000 orang Singapura keturunan Cina. Partisipan berusia antara 45-74 tahun. Selama 10 tahun periode studi, menunjukkan 1.397 partisipan meninggal akibat penyakit jantung dan 2.252 menderita penyakit diabetes tipe 2.

             Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa makan fast food dua  kali atau lebih dalam seminggu memiliki kemungkinan 27 persen lebih besar untuk terserang diabetes dan 56 persen meninggal akibat penyakit jantung, dibandingkan dengan partisipan yang jarang atau tidak pernah makan fast food. Bahkan 811 partisipan yang diketahui makan fast food empat kali atau lebih perminggu, risiko kematian akibat serangan jantung meningkat hingga 80 persen.

2.4.2 Kanker kolorektal

Kanker kolorektal atau kanker yang menyerang organ usus besar dan anus, kebanyakan menyerang orang di atas usia 50 tahun. Namun di Indonesia diketahui beberapa pasien di bawah usia 50 tahun juga menderita kanker ini. Menjamurnya restoran makanan cepat saji atau fast food dituduh sebagai penyebab tingginya penderita kanker kolorektal di Indonesia.

DR. dr. Noorwati Sutandyo, Sp.PD, KHOM menyarankan untuk mencegah kanker kolorektal sejak dini. Hal ini bisa diusahakan dengan banyak makan sayuran, buah-buahan, ikan dan banyak berolahraga. Selain itu sedini mungkin untuk mengurangi atau tidak makan fast food sama sekali. Kanker kolorektal merupakan kanker yang bisa dicegah dan diobati jika masih dalam stadium rendah.

2.4.3 IQ pada anak lebih rendah

Penelitian dari University of Adelaide menunjukkan bahwa pola makan yang sarat junk food di usia kecil, akan membuat IQ anak lebih rendah dua poin dari anak yang tak banyak makan junk food saat masih kecil.

Walaupun perbedaan IQ-nya tak begitu kentara, studi ini membuktikan bahwa pola makan anak berusia 6 sampai 24 bulan memberikan efek yang kecil namun signifikan terhadap IQ saat usianya mencapai 8 tahun. Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang makanan yang diberikan pada anak.

2.5 CARA MENGURANGI JUNK FOOD DALAM KEHIDUPAN

2.5.1  Memilih Menu Nasi untuk makanan Pokok

Ketika teman-teman datang ke restoran siap saji (fast food), cobalah pilih nasi jangan kentang goreng.  Karena dalam kentang goreng lebih banyak lemak dan natrium. 

2.5.2 Kurangi porsi

Ketika membeli di tempat siap saji, belilah porsi makanan yang secukupnya, hal ini agar mengurangi asupan gizi yang berlebih khususnya lemak yang dapat menimbulkan kegemukan bagi anda.

 

2.5.3 Minumlah Air Putih atau Jus Buah

Ketika memilih minuman, pilihlah air putih atau jus buah dibandingkan minuman soft drink.  Hal ini dikarenakan air putih dan jus buah memiliki kandungan vitamin yang lebih dibanding soft drink

2.5.4 Jangan mengkomsumsi kulit ayam

Ketika kita memakan ayam di restoran siap saji, kulit ayam pasti merupakan salah satu makanan favorit kita.  Karena rasa dan bumbunya yang sedap.  Tetapi ternyata dibalik itu kulit ayam adalah sumber lemak jenuh dan kolesterol.

2.5.5 Mintalah salad sebagai tambahan asupan sayuran

Salad dapat berfungsi sebagai pengganti sayuran yang memilik banyak vitamin dan serat.

2.5.6 Kurangi kadar saus dan mayonnaise

Makan makanan junk food atau fast food akan lebih nikmat apabila kita menggunakan saus, sambal dan mayonnaise.  Tetapi ternyata saus banyak mengandung natrium dan pengawet, sedangkan untuk mayonnaise sendiri memiliki lemak yang tinggi.

2.5.7 Kurangi frekuensi makan junk food

Ini yang penting, cobalah untuk tidak terlalu sering mengkonsumsi restoran junk food ini.  Kurangi frekuensi minimal 3-4 kali dalam sebulan.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

                  Junk food dan zat aditif ada kalanya mempunyai hubungan, bahan-bahan yang digunakan membuat makanan tersebut sering menggunakan zat aditif untuk cita rasa masakan serta lebih awet dan tetap menarik untuk konsumen mengonsumsinya. Penambahan dengan menggunakan zat aditif non alami dirasa para produsen lebih efisien, cepat, dan murah dibanding yang alami. Hal itu menjadikan kecenderungan pemakaian zat-zat kimia yang terlalu sering, sehingga di masa sekarang sudah jarang ditemukan makanan yang 100% berbahan aman dan proses pembuatannya dilakukan secara alami atau tradisional.

                 Junk food maupun zat aditif bila dikonsumsi seminimal mungkin tidak akan terlalu berdampak buruk bagi kesehatan. Tetapi bila hal itu dikonsumsi berlebihan terlalu sering akan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh kita.

3.2 Saran

                  Setidaknya kita dapat menganalisa dan memilih makanan dengan tepat, himbauan WHO atas daftar makanan di atas bukan berarti kita dilarang mengkonsumsinya, paling tidak pola hidup sehat juga didukung oleh pola makanan sehat dapat menyeimbangkan keduanya.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://tipsehat4u.blogspot.com/2012/08/efek-berbahaya-makan-junk-food.html

http://armylookfashion.com/2011/09/20/apa-sih-makanan-junk-food.html/

http://mirfat-rm.blogspot.com/20

12/06/junk-food-zat-aditif-pada-makanan.html

Penyakit MenularHIV & AIDS

HIV & AIDS

 

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome(disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV;[1] atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIVFIV, dan lain-lain).

Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darahair manicairan vaginacairan preseminal, dan air susu ibu.[2][3]Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darahjarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika Sub-Sahara.[4] Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit. AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia.[5] Pada Januari 2006UNAIDS bekerja sama dengan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni 1981. Dengan demikian, penyakit ini merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah. AIDS diklaim telah menyebabkan kematian sebanyak 2,4 hingga 3,3 juta jiwa pada tahun 2005 saja, dan lebih dari 570.000 jiwa di antaranya adalah anak-anak.[5] Sepertiga dari jumlah kematian ini terjadi di Afrika Sub-Sahara, sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menghancurkan kekuatan sumber daya manusia di sana. Perawatan antiretrovirus sesungguhnya dapat mengurangi tingkat kematian dan parahnya infeksi HIV, namun akses terhadap pengobatan tersebut tidak tersedia di semua negara.[6]

Hukuman sosial bagi penderita HIV/AIDS, umumnya lebih berat bila dibandingkan dengan penderita penyakit mematikan lainnya. Kadang-kadang hukuman sosial tersebut juga turut tertimpakan kepada petugas kesehatan atau sukarelawan, yang terlibat dalam merawatorang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA).

Daftar isi

  [sembunyikan

[sunting]Gejala dan komplikasi

 

 

Gejala-gejala utama AIDS.

Berbagai gejala AIDS umumnya tidak akan terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Kebanyakan kondisi tersebut akibat infeksi oleh bakterivirusfungi dan parasit, yang biasanya dikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV. Infeksi oportunistik umum didapati pada penderita AIDS.[7] HIV memengaruhi hampir semua organ tubuh. Penderita AIDS juga berisiko lebih besar menderita kanker seperti sarkoma Kaposikanker leher rahim, dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma.

Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik; seperti demam,berkeringat (terutama pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, merasa lemah, serta penurunan berat badan.[8][9] Infeksi oportunistik tertentu yang diderita pasien AIDS, juga tergantung pada tingkat kekerapan terjadinya infeksi tersebut di wilayah geografis tempat hidup pasien.

[sunting]Penyakit paru-paru utama

 

 

Foto sinar-X pneumonia pada paru-paru, disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii.

Pneumonia pneumocystis (PCP)[10] jarang dijumpai pada orang sehat yang memiliki kekebalan tubuhyang baik, tetapi umumnya dijumpai pada orang yang terinfeksi HIV.

Penyebab penyakit ini adalah fungi Pneumocystis jirovecii. Sebelum adanya diagnosis, perawatan, dan tindakan pencegahan rutin yang efektif di negara-negara Barat, penyakit ini umumnya segera menyebabkan kematian. Di negara-negara berkembang, penyakit ini masih merupakan indikasi pertama AIDS pada orang-orang yang belum dites, walaupun umumnya indikasi tersebut tidak muncul kecuali jika jumlah CD4 kurang dari 200 per µL.[11]

Tuberkulosis (TBC) merupakan infeksi unik di antara infeksi-infeksi lainnya yang terkait HIV, karena dapat ditularkan kepada orang yang sehat (imunokompeten) melalui rute pernapasan (respirasi). Ia dapat dengan mudah ditangani bila telah diidentifikasi, dapat muncul pada stadium awal HIV, serta dapat dicegah melalui terapi pengobatan. Namun demikian, resistensi TBC terhadap berbagai obat merupakan masalah potensial pada penyakit ini.

Meskipun munculnya penyakit ini di negara-negara Barat telah berkurang karena digunakannya terapi dengan pengamatan langsung dan metode terbaru lainnya, namun tidaklah demikian yang terjadi di negara-negara berkembang tempat HIV paling banyak ditemukan. Pada stadium awal infeksi HIV (jumlah CD4 >300 sel per µL), TBC muncul sebagai penyakit paru-paru. Pada stadium lanjut infeksi HIV, ia sering muncul sebagai penyakit sistemik yang menyerang bagian tubuh lainnya (tuberkulosis ekstrapulmoner). Gejala-gejalanya biasanya bersifat tidak spesifik (konstitusional) dan tidak terbatasi pada satu tempat.TBC yang menyertai infeksi HIV sering menyerangsumsum tulangtulang, saluran kemih dan saluran pencernaanhati, kelenjar getah bening (nodus limfa regional), dan sistem syaraf pusat.[12] Dengan demikian, gejala yang muncul mungkin lebih berkaitan dengan tempat munculnya penyakit ekstrapulmoner.

[sunting]Penyakit saluran pencernaan utama

Esofagitis adalah peradangan pada kerongkongan (esofagus), yaitu jalur makanan dari mulut ke lambung. Pada individu yang terinfeksi HIV, penyakit ini terjadi karena infeksi jamur (jamur kandidiasis) atau virus (herpes simpleks-1 atau virus sitomegalo). Ia pun dapat disebabkan oleh mikobakteria, meskipun kasusnya langka.[13]

Diare kronis yang tidak dapat dijelaskan pada infeksi HIV dapat terjadi karena berbagai penyebab; antara lain infeksi bakteri dan parasit yang umum (seperti SalmonellaShigellaListeriaKampilobakter, dan Escherichia coli), serta infeksi oportunistik yang tidak umum dan virus (seperti kriptosporidiosismikrosporidiosisMycobacterium avium complex, dan virus sitomegalo (CMV) yang merupakan penyebab kolitis).

Pada beberapa kasus, diare terjadi sebagai efek samping dari obat-obatan yang digunakan untuk menangani HIV, atau efek samping dari infeksi utama (primer) dari HIV itu sendiri. Selain itu, diare dapat juga merupakan efek samping dari antibiotik yang digunakan untuk menangani bakteri diare (misalnya pada Clostridium difficile). Pada stadium akhir infeksi HIV, diare diperkirakan merupakan petunjuk terjadinya perubahan cara saluran pencernaan menyerap nutrisi, serta mungkin merupakan komponen penting dalam sistem pembuangan yang berhubungan dengan HIV.[14]

[sunting]Penyakit syaraf dan kejiwaan utama

Infeksi HIV dapat menimbulkan beragam kelainan tingkah laku karena gangguan pada syaraf (neuropsychiatric sequelae), yang disebabkan oleh infeksi organisma atas sistem syaraf yang telah menjadi rentan, atau sebagai akibat langsung dari penyakit itu sendiri.

Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bersel-satu, yang disebut Toxoplasma gondii. Parasit ini biasanya menginfeksi otak dan menyebabkan radang otak akut (toksoplasma ensefalitis), namun ia juga dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit pada mata dan paru-paru.[15] Meningitis kriptokokal adalah infeksi meninges (membran yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang) oleh jamur Cryptococcus neoformans. Hal ini dapat menyebabkan demam, sakit kepala, lelah, mual, dan muntah. Pasien juga mungkin mengalami sawan dan kebingungan, yang jika tidak ditangani dapat mematikan.

Leukoensefalopati multifokal progresif adalah penyakit demielinasi, yaitu penyakit yang menghancurkan selubung syaraf (mielin) yang menutupi serabut sel syaraf (akson), sehingga merusak penghantaran impuls syaraf. Ia disebabkan oleh virus JC, yang 70% populasinya terdapat di tubuh manusia dalam kondisi laten, dan menyebabkan penyakit hanya ketika sistem kekebalan sangat lemah, sebagaimana yang terjadi pada pasien AIDS. Penyakit ini berkembang cepat (progresif) dan menyebar (multilokal), sehingga biasanya menyebabkan kematian dalam waktu sebulan setelah diagnosis.[16]

Kompleks demensia AIDS adalah penyakit penurunan kemampuan mental (demensia) yang terjadi karena menurunnya metabolisme sel otak (ensefalopati metabolik) yang disebabkan oleh infeksi HIV; dan didorong pula oleh terjadinya pengaktifan imun oleh makrofagdan mikroglia pada otak yang mengalami infeksi HIV, sehingga mengeluarkan neurotoksin.[17] Kerusakan syaraf yang spesifik, tampak dalam bentuk ketidaknormalan kognitif, perilaku, dan motorik, yang muncul bertahun-tahun setelah infeksi HIV terjadi. Hal ini berhubungan dengan keadaan rendahnya jumlah sel T CD4+ dan tingginya muatan virus pada plasma darah. Angka kemunculannya (prevalensi) di negara-negara Barat adalah sekitar 10-20%,[18] namun di India hanya terjadi pada 1-2% pengidap infeksi HIV.[19][20]Perbedaan ini mungkin terjadi karena adanya perbedaan subtipe HIV di India.

[sunting]Kanker dan tumor ganas (malignan)

 

 

Sarkoma Kaposi

Pasien dengan infeksi HIV pada dasarnya memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya beberapa kanker. Hal ini karena infeksi oleh virus DNA penyebab mutasi genetik; yaitu terutama virus Epstein-Barr(EBV), virus herpes Sarkoma Kaposi (KSHV), dan virus papiloma manusia (HPV).[21][22]

Sarkoma Kaposi adalah tumor yang paling umum menyerang pasien yang terinfeksi HIV. Kemunculan tumor ini pada sejumlah pemuda homoseksual tahun 1981 adalah salah satu pertanda pertama wabah AIDS. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari subfamili gammaherpesvirinae, yaitu virus herpes manusia-8 yang juga disebut virus herpes Sarkoma Kaposi (KSHV). Penyakit ini sering muncul di kulit dalam bentuk bintik keungu-unguan, tetapi dapat menyerang organ lain, terutama mulut, saluran pencernaan, dan paru-paru.

Kanker getah bening tingkat tinggi (limfoma sel B) adalah kanker yang menyerang sel darah putih dan terkumpul dalam kelenjar getah bening, misalnya seperti limfoma Burkitt (Burkitt’s lymphoma) atau sejenisnya (Burkitt’s-like lymphoma), diffuse large B-cell lymphoma(DLBCL), dan limfoma sistem syaraf pusat primer, lebih sering muncul pada pasien yang terinfeksi HIV. Kanker ini seringkali merupakan perkiraan kondisi (prognosis) yang buruk. Pada beberapa kasus, limfoma adalah tanda utama AIDS. Limfoma ini sebagian besar disebabkan oleh virus Epstein-Barr atau virus herpes Sarkoma Kaposi.

Kanker leher rahim pada wanita yang terkena HIV dianggap tanda utama AIDS. Kanker ini disebabkan oleh virus papiloma manusia.

Pasien yang terinfeksi HIV juga dapat terkena tumor lainnya, seperti limfoma Hodgkinkanker usus besar bawah (rectum), dan kankeranus. Namun demikian, banyak tumor-tumor yang umum seperti kanker payudara dan kanker usus besar (colon), yang tidak meningkat kejadiannya pada pasien terinfeksi HIV. Di tempat-tempat dilakukannya terapi antiretrovirus yang sangat aktif (HAART) dalam menangani AIDS, kemunculan berbagai kanker yang berhubungan dengan AIDS menurun, namun pada saat yang sama kanker kemudian menjadi penyebab kematian yang paling umum pada pasien yang terinfeksi HIV.[23]

[sunting]Infeksi oportunistik lainnya

Pasien AIDS biasanya menderita infeksi oportunistik dengan gejala tidak spesifik, terutama demam ringan dan kehilangan berat badan. Infeksi oportunistik ini termasuk infeksi Mycobacterium avium-intracellulare dan virus sitomegalo. Virus sitomegalo dapat menyebabkan gangguan radang pada usus besar (kolitis) seperti yang dijelaskan di atas, dan gangguan radang pada retina mata (retinitis sitomegalovirus), yang dapat menyebabkan kebutaan. Infeksi yang disebabkan oleh jamur Penicillium marneffei, atau disebutPenisiliosis, kini adalah infeksi oportunistik ketiga yang paling umum (setelah tuberkulosis dan kriptokokosis) pada orang yang positif HIV di daerah endemik Asia Tenggara.[24]

[sunting]Penyebab

Untuk detail lebih lanjut tentang topik ini, lihat HIV.

 

 

HIV yang baru memperbanyak diri tampak bermunculan sebagai bulatan-bulatan kecil (diwarnai hijau) pada permukaan limfosit setelah menyerang sel tersebut; dilihat dengan mikroskop elektron.

AIDS merupakan bentuk terparah atas akibat infeksi HIV. HIV adalah retrovirusyang biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan manusia, seperti sel T CD4+ (sejenis sel T), makrofaga, dan sel dendritik. HIV merusak sel T CD4+ secara langsung dan tidak langsung, padahal sel T CD4+dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi baik. Bila HIV telah membunuh sel T CD4+ hingga jumlahnya menyusut hingga kurang dari 200 permikroliter (µL) darah, maka kekebalan di tingkat sel akan hilang, dan akibatnya ialah kondisi yang disebut AIDS. Infeksi akut HIV akan berlanjut menjadi infeksi laten klinis, kemudian timbul gejala infeksi HIV awal, dan akhirnya AIDS; yang diidentifikasi dengan memeriksa jumlah sel T CD4+ di dalam darah serta adanya infeksi tertentu.

Tanpa terapi antiretrovirusrata-rata lamanya perkembangan infeksi HIV menjadi AIDS ialah sembilan sampai sepuluh tahun, dan rata-rata waktu hidup setelah mengalami AIDS hanya sekitar 9,2 bulan.[25] Namun demikian, laju perkembangan penyakit ini pada setiap orang sangat bervariasi, yaitu dari dua minggu sampai 20 tahun. Banyak faktor yang memengaruhinya, diantaranya ialah kekuatan tubuh untuk bertahan melawan HIV (seperti fungsi kekebalan tubuh) dari orang yang terinfeksi.[26][27] Orang tua umumnya memiliki kekebalan yang lebih lemah daripada orang yang lebih muda, sehingga lebih berisiko mengalami perkembangan penyakit yang pesat. Akses yang kurang terhadap perawatan kesehatan dan adanya infeksi lainnya seperti tuberkulosis, juga dapat mempercepat perkembangan penyakit ini.[25][28][29] Warisan genetik orang yang terinfeksi juga memainkan peran penting. Sejumlah orang kebal secara alami terhadap beberapa varian HIV. [30] HIV memiliki beberapa variasi genetik dan berbagai bentuk yang berbeda, yang akan menyebabkan laju perkembangan penyakit klinis yang berbeda-beda pula.[31][32][33] Terapi antiretrovirus yang sangat aktif akan dapat memperpanjang rata-rata waktu berkembangannya AIDS, serta rata-rata waktu kemampuan penderita bertahan hidup.

[sunting]Penularan seksual

Penularan (transmisi) HIV secara seksual terjadi ketika ada kontak antara sekresi cairan vagina atau cairan preseminal seseorang dengan rektum, alat kelamin, atau membran mukosa mulut pasangannya. Hubungan seksual reseptif tanpa pelindung lebih berisiko daripada hubungan seksual insertif tanpa pelindung, dan risiko hubungan seks anal lebih besar daripada risiko hubungan seks biasa dan seks oral. Seks oral tidak berarti tak berisiko karena HIV dapat masuk melalui seks oral reseptif maupun insertif.[34] Kekerasan seksual secara umum meningkatkan risiko penularan HIV karena pelindung umumnya tidak digunakan dan sering terjadi trauma fisik terhadap rongga vagina yang memudahkan transmisi HIV.[35]

Penyakit menular seksual meningkatkan risiko penularan HIV karena dapat menyebabkan gangguan pertahanan jaringan epitel normal akibat adanya borok alat kelamin, dan juga karena adanya penumpukan sel yang terinfeksi HIV (limfosit dan makrofaga) pada semen dan sekresi vaginal. Penelitian epidemiologis dari Afrika Sub-Sahara, Eropa, dan Amerika Utara menunjukkan bahwa terdapat sekitar empat kali lebih besar risiko terinfeksi AIDS akibat adanya borok alat kelamin seperti yang disebabkan oleh sifilis dan/atau chancroid. Resiko tersebut juga meningkat secara nyata, walaupun lebih kecil, oleh adanya penyakit menular seksual seperti kencing nanah, infeksi chlamydia, dan trikomoniasis yang menyebabkan pengumpulan lokal limfosit dan makrofaga.[36]

Transmisi HIV bergantung pada tingkat kemudahan penularan dari pengidap dan kerentanan pasangan seksual yang belum terinfeksi. Kemudahan penularan bervariasi pada berbagai tahap penyakit ini dan tidak konstan antarorang. Beban virus plasma yang tidak dapat dideteksi tidak selalu berarti bahwa beban virus kecil pada air mani atau sekresi alat kelamin. Setiap 10 kali penambahan jumlah RNA HIV plasma darah sebanding dengan 81% peningkatan laju transmisi HIV.[36][37] Wanita lebih rentan terhadap infeksi HIV-1 karena perubahan hormon, ekologi serta fisiologi mikroba vaginal, dan kerentanan yang lebih besar terhadap penyakit seksual.[38][39] Orang yang terinfeksi dengan HIV masih dapat terinfeksi jenis virus lain yang lebih mematikan.

[sunting]Kontaminasi patogen melalui darah

 

 

Poster CDC tahun 1989, yang mengetengahkan bahaya AIDS sehubungan dengan pemakaian narkoba.

Jalur penularan ini terutama berhubungan dengan pengguna obat suntik, penderitahemofilia, dan resipien transfusi darah dan produk darah. Berbagi dan menggunakan kembali jarum suntik (syringe) yang mengandung darah yang terkontaminasi oleh organisme biologis penyebab penyakit (patogen), tidak hanya merupakan risiko utama atas infeksi HIV, tetapi juga hepatitis B dan hepatitis C. Berbagi penggunaan jarum suntik merupakan penyebab sepertiga dari semua infeksi baru HIV dan 50% infeksi hepatitis C di Amerika UtaraRepublik Rakyat Cina, dan Eropa Timur. Resiko terinfeksi dengan HIV dari satu tusukan dengan jarum yang digunakan orang yang terinfeksi HIV diduga sekitar 1 banding 150. Post-exposure prophylaxis dengan obat anti-HIV dapat lebih jauh mengurangi risiko itu.[40] Pekerja fasilitas kesehatan (perawat, pekerja laboratorium, dokter, dan lain-lain) juga dikhawatirkan walaupun lebih jarang. Jalur penularan ini dapat juga terjadi pada orang yang memberi dan menerima rajah dantindik tubuhKewaspadaan universal sering kali tidak dipatuhi baik di Afrika Sub Sahara maupun Asia karena sedikitnya sumber daya dan pelatihan yang tidak mencukupi. WHO memperkirakan 2,5% dari semua infeksi HIV di Afrika Sub Sahara ditransmisikan melalui suntikan pada fasilitas kesehatan yang tidak aman.[41] Oleh sebab itu, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, didukung oleh opini medis umum dalam masalah ini, mendorong negara-negara di dunia menerapkan kewaspadaan universal untuk mencegah penularan HIV melalui fasilitas kesehatan.[42]

Resiko penularan HIV pada penerima transfusi darah sangat kecil di negara maju. Di negara maju, pemilihan donor bertambah baik dan pengamatan HIV dilakukan. Namun demikian, menurut WHO, mayoritas populasi dunia tidak memiliki akses terhadap darah yang aman dan “antara 5% dan 10% infeksi HIV dunia terjadi melalui transfusi darah yang terinfeksi”.[43]

[sunting]Penularan masa perinatal

Transmisi HIV dari ibu ke anak dapat terjadi melalui rahim (in utero) selama masa perinatal, yaitu minggu-minggu terakhir kehamilan dan saat persalinan. Bila tidak ditangani, tingkat penularan dari ibu ke anak selama kehamilan dan persalinan adalah sebesar 25%. Namun demikian, jika sang ibu memiliki akses terhadap terapi antiretrovirus dan melahirkan dengan cara bedah caesar, tingkat penularannya hanya sebesar 1%.[44] Sejumlah faktor dapat memengaruhi risiko infeksi, terutama beban virus pada ibu saat persalinan (semakin tinggi beban virus, semakin tinggi risikonya). Menyusui meningkatkan risiko penularan sebesar 4%.[45]

[sunting]Diagnosis

Sejak tanggal 5 Juni 1981, banyak definisi yang muncul untuk pengawasan epidemiologi AIDS, seperti definisi Bangui dan definisi World Health Organization tentang AIDS tahun 1994. Namun demikian, kedua sistem tersebut sebenarnya ditujukan untuk pemantauan epidemi dan bukan untuk penentuan tahapan klinis pasien, karena definisi yang digunakan tidak sensitif ataupun spesifik. Di negara-negara berkembang, sistem World Health Organization untuk infeksi HIV digunakan dengan memakai data klinis dan laboratorium; sementara di negara-negara maju digunakan sistem klasifikasi Centers for Disease Control (CDC) Amerika Serikat.

[sunting]Sistem tahapan infeksi WHO

 

 

Grafik hubungan antara jumlah HIV dan jumlah CD4+ pada rata-rata infeksi HIV yang tidak ditangani. Keadaan penyakit dapat bervariasi tiap orang.                     jumlah limfosit T CD4+ (sel/mm³)                     jumlah RNA HIV per mL plasma

Pada tahun 1990, World Health Organization (WHO) mengelompokkan berbagai infeksi dan kondisi AIDS dengan memperkenalkan sistem tahapan untuk pasien yang terinfeksi dengan HIV-1.[46] Sistem ini diperbarui pada bulan Septembertahun 2005. Kebanyakan kondisi ini adalah infeksi oportunistikyang dengan mudah ditangani pada orang sehat.

[sunting]Sistem klasifikasi CDC

Terdapat dua definisi tentang AIDS, yang keduanya dikeluarkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Awalnya CDC tidak memiliki nama resmi untuk penyakit ini; sehingga AIDS dirujuk dengan nama penyakit yang berhubungan dengannya, contohnya ialah limfadenopati. Para penemu HIV bahkan pada mulanya menamai AIDS dengan nama virus tersebut.[47][48] CDC mulai menggunakan kata AIDS pada bulan September tahun 1982, dan mendefinisikan penyakit ini.[49] Tahun 1993, CDC memperluas definisi AIDS mereka dengan memasukkan semua orang yang jumlah sel T CD4+ di bawah 200 per µL darah atau 14% dari seluruh limfositnyasebagai pengidap positif HIV.[50] Mayoritas kasus AIDS di negara maju menggunakan kedua definisi tersebut, baik definisi CDC terakhir maupun pra-1993. Diagnosis terhadap AIDS tetap dipertahankan, walaupun jumlah sel T CD4+ meningkat di atas 200 per µL darah setelah perawatan ataupun penyakit-penyakit tanda AIDS yang ada telah sembuh.

[sunting]Tes HIV

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi virus HIV.[51] Kurang dari 1% penduduk perkotaan di Afrika yang aktif secara seksual telah menjalani tes HIV, dan persentasenya bahkan lebih sedikit lagi di pedesaan. Selain itu, hanya 0,5% wanita mengandung di perkotaan yang mendatangi fasilitas kesehatan umum memperoleh bimbingan tentang AIDS, menjalani pemeriksaan, atau menerima hasil tes mereka. Angka ini bahkan lebih kecil lagi di fasilitas kesehatan umum pedesaan.[51] Dengan demikian, darah dari para pendonor dan produk darah yang digunakan untuk pengobatan dan penelitian medis, harus selalu diperiksa kontaminasi HIV-nya.

Tes HIV umum, termasuk imunoasai enzim HIV dan pengujian Western blot, dilakukan untuk mendeteksi antibodi HIV pada serum,plasma, cairan mulut, darah kering, atau urin pasien. Namun demikian, periode antara infeksi dan berkembangnya antibodi pelawan infeksi yang dapat dideteksi (window period) bagi setiap orang dapat bervariasi. Inilah sebabnya mengapa dibutuhkan waktu 3-6 bulan untuk mengetahui serokonversi dan hasil positif tes. Terdapat pula tes-tes komersial untuk mendeteksi antigen HIV lainnya, HIV-RNA, dan HIV-DNA, yang dapat digunakan untuk mendeteksi infeksi HIV meskipun perkembangan antibodinya belum dapat terdeteksi. Meskipun metode-metode tersebut tidak disetujui secara khusus untuk diagnosis infeksi HIV, tetapi telah digunakan secara rutin di negara-negara maju.

[sunting]Pencegahan

Perkiraan risiko masuknya HIV per aksi,
menurut rute paparan[52]

Rute paparan

Perkiraan infeksi
per 10.000 paparan
dengan sumber yang terinfeksi

Transfusi darah

9.000[53]

Persalinan

2.500[44]

Penggunaan jarum suntik bersama-sama

67[54]

Hubungan seks anal reseptif*

50[55][56]

Jarum pada kulit

30[57]

Hubungan seksual reseptif*

10[55][56][58]

Hubungan seks anal insertif*

6,5[55][56]

Hubungan seksual insertif*

5[55][56]

Seks oral reseptif*

1[56]§

Seks oral insertif*

0,5[56]§

* tanpa penggunaan kondom
§ sumber merujuk kepada seks oral
yang dilakukan kepada laki-laki

Tiga jalur utama (rute) masuknya virus HIV ke dalam tubuh ialah melalui hubungan seksual, persentuhan (paparan) dengan cairan atau jaringan tubuh yang terinfeksi, serta dari ibu ke janin atau bayi selama periode sekitar kelahiran (periode perinatal). Walaupun HIV dapat ditemukan pada air liurair mata dan urin orang yang terinfeksi, namun tidak terdapat catatan kasus infeksi dikarenakan cairan-cairan tersebut, dengan demikian risiko infeksinya secara umum dapat diabaikan.[59]

[sunting]Hubungan seksual

Mayoritas infeksi HIV berasal dari hubungan seksual tanpapelindung antarindividu yang salah satunya terkena HIV. Hubunganheteroseksual adalah modus utama infeksi HIV di dunia.[60]Selama hubungan seksual, hanya kondom pria atau kondom wanita yang dapat mengurangi kemungkinan terinfeksi HIV dan penyakit seksual lainnya serta kemungkinan hamil. Bukti terbaik saat ini menunjukan bahwa penggunaan kondom yang lazim mengurangi risiko penularan HIV sampai kira-kira 80% dalam jangka panjang, walaupun manfaat ini lebih besar jika kondom digunakan dengan benar dalam setiap kesempatan.[61] Kondom laki-laki berbahan lateks, jika digunakan dengan benar tanpapelumas berbahan dasar minyak, adalah satu-satunya teknologi yang paling efektif saat ini untuk mengurangi transmisi HIV secara seksual dan penyakit menular seksual lainnya. Pihak produsen kondom menganjurkan bahwa pelumas berbahan minyak seperti vaselinmentega, dan lemak babi tidak digunakan dengan kondom lateks karena bahan-bahan tersebut dapat melarutkan lateks dan membuat kondom berlubang. Jika diperlukan, pihak produsen menyarankan menggunakan pelumas berbahan dasar air. Pelumas berbahan dasar minyak digunakan dengan kondom poliuretan.[62]

Kondom wanita adalah alternatif selain kondom laki-laki dan terbuat dari poliuretan, yang memungkinkannya untuk digunakan dengan pelumas berbahan dasar minyak. Kondom wanita lebih besar daripada kondom laki-laki dan memiliki sebuah ujung terbuka keras berbentuk cincin, dan didesain untuk dimasukkan ke dalam vagina. Kondom wanita memiliki cincin bagian dalam yang membuat kondom tetap di dalam vagina — untuk memasukkan kondom wanita, cincin ini harus ditekan. Kendalanya ialah bahwa kini kondom wanita masih jarang tersedia dan harganya tidak terjangkau untuk sejumlah besar wanita. Penelitian awal menunjukkan bahwa dengan tersedianya kondom wanita, hubungan seksual dengan pelindung secara keseluruhan meningkat relatif terhadap hubungan seksual tanpa pelindung sehingga kondom wanita merupakan strategi pencegahan HIV yang penting.[63]

Penelitian terhadap pasangan yang salah satunya terinfeksi menunjukkan bahwa dengan penggunaan kondom yang konsisten, laju infeksi HIV terhadap pasangan yang belum terinfeksi adalah di bawah 1% per tahun.[64] Strategi pencegahan telah dikenal dengan baik di negara-negara maju. Namun, penelitian atas perilaku dan epidemiologis di Eropa dan Amerika Utara menunjukkan keberadaan kelompok minoritas anak muda yang tetap melakukan kegiatan berisiko tinggi meskipun telah mengetahui tentang HIV/AIDS, sehingga mengabaikan risiko yang mereka hadapi atas infeksi HIV.[65] Namun demikian, transmisi HIV antarpengguna narkoba telah menurun, dan transmisi HIV oleh transfusi darah menjadi cukup langka di negara-negara maju.

Pada bulan Desember tahun 2006, penelitian yang menggunakan uji acak terkendali mengkonfirmasi bahwa sunat laki-laki menurunkan risiko infeksi HIV pada pria heteroseksual Afrika sampai sekitar 50%. Diharapkan pendekatan ini akan digalakkan di banyak negara yang terinfeksi HIV paling parah, walaupun penerapannya akan berhadapan dengan sejumlah isu sehubungan masalah kepraktisan, budaya, dan perilaku masyarakat. Beberapa ahli mengkhawatirkan bahwa persepsi kurangnya kerentanan HIV pada laki-laki bersunat, dapat meningkatkan perilaku seksual berisiko sehingga mengurangi dampak dari usaha pencegahan ini.[66]

Pemerintah Amerika Serikat dan berbagai organisasi kesehatan menganjurkan Pendekatan ABC untuk menurunkan risiko terkena HIV melalui hubungan seksual.[67] Adapun rumusannya dalam bahasa Indonesia:[68]

Anda jauhi seks,
Bersikap saling setia dengan pasangan,
Cegah dengan kondom.

[sunting]Kontaminasi cairan tubuh terinfeksi

 

 

Wabah AIDS di Afrika Sub-Sahara tahun 19852003.

Pekerja kedokteran yang mengikuti kewaspadaan universal, seperti mengenakan sarung tangan lateks ketika menyuntik dan selalu mencuci tangan, dapat membantu mencegah infeksi HIV.

Semua organisasi pencegahan AIDS menyarankan pengguna narkoba untuk tidak berbagi jarum dan bahan lainnya yang diperlukan untuk mempersiapkan dan mengambil narkoba (termasuk alat suntik, kapas bola, sendok, air pengencer obat, sedotan, dan lain-lain). Orang perlu menggunakan jarum yang baru dan disterilisasi untuk tiap suntikan. Informasi tentang membersihkan jarum menggunakan pemutih disediakan oleh fasilitas kesehatan dan program penukaran jarum. Di sejumlah negara maju, jarum bersih terdapat gratis di sejumlah kota, di penukaran jarum atau tempat penyuntikan yang aman. Banyak negara telah melegalkan kepemilikan jarum dan mengijinkan pembelian perlengkapan penyuntikan dari apotek tanpa perlu resep dokter.

[sunting]Penularan dari ibu ke anak

Penelitian menunjukkan bahwa obat antiretrovirus, bedah caesar, dan pemberian makanan formula mengurangi peluang penularan HIV dari ibu ke anak (mother-to-child transmission, MTCT).[69] Jika pemberian makanan pengganti dapat diterima, dapat dikerjakan dengan mudah, terjangkau, berkelanjutan, dan aman, ibu yang terinfeksi HIV disarankan tidak menyusui anak mereka. Namun demikian, jika hal-hal tersebut tidak dapat terpenuhi, pemberian ASI eksklusif disarankan dilakukan selama bulan-bulan pertama dan selanjutnya dihentikan sesegera mungkin.[5] Pada tahun 2005, sekitar 700.000 anak di bawah umur 15 tahun terkena HIV, terutama melalui penularan ibu ke anak; 630.000 infeksi di antaranya terjadi di Afrika.[70] Dari semua anak yang diduga kini hidup dengan HIV, 2 juta anak (hampir 90%) tinggal di Afrika Sub Sahara.[5]

[sunting]Penanganan

Lihat pula HIV dan Obat antiretrovirus.

 

 

Abacavir –Nucleoside analog reverse transcriptase inhibitor (NARTI atau NRTI)

 

 

Struktur kimia Abacavir

Sampai saat ini tidak ada vaksin atau obat untuk HIV atau AIDS. Metode satu-satunya yang diketahui untuk pencegahan didasarkan pada penghindaran kontak dengan virus atau, jika gagal, perawatan antiretrovirus secara langsung setelah kontak dengan virus secara signifikan, disebut post-exposure prophylaxis (PEP).[40] PEP memiliki jadwal empat minggu takaran yang menuntut banyak waktu. PEP juga memiliki efek samping yang tidak menyenangkan seperti diare, tidak enak badan, mual, dan lelah.[71]

[sunting]Terapi antivirus

Penanganan infeksi HIV terkini adalah terapi antiretrovirus yang sangat aktif (highly active antiretroviral therapy, disingkat HAART).[72] Terapi ini telah sangat bermanfaat bagi orang-orang yang terinfeksi HIV sejak tahun 1996, yaitu setelah ditemukannya HAART yang menggunakan protease inhibitor.[6] Pilihan terbaik HAART saat ini, berupa kombinasi dari setidaknya tiga obat (disebut “koktail) yang terdiri dari paling sedikit dua macam (atau “kelas”) bahan antiretrovirus. Kombinasi yang umum digunakan adalah nucleoside analogue reverse transcriptase inhibitor (atau NRTI) dengan protease inhibitor, atau dengan non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor(NNRTI). Karena penyakit HIV lebih cepat perkembangannya pada anak-anak daripada pada orang dewasa, maka rekomendasi perawatannya pun lebih agresif untuk anak-anak daripada untuk orang dewasa.[73] Di negara-negara berkembang yang menyediakan perawatan HAART, seorang dokter akan mempertimbangkan kuantitas beban virus, kecepatan berkurangnya CD4, serta kesiapan mental pasien, saat memilih waktu memulai perawatan awal.[74]

Perawatan HAART memungkinkan stabilnya gejala dan viremia (banyaknya jumlah virus dalam darah) pada pasien, tetapi ia tidak menyembuhkannya dari HIV ataupun menghilangkan gejalanya. HIV-1 dalam tingkat yang tinggi sering resisten terhadap HAART dan gejalanya kembali setelah perawatan dihentikan.[75][76] Lagi pula, dibutuhkan waktu lebih dari seumur hidup seseorang untuk membersihkan infeksi HIV dengan menggunakan HAART.[77] Meskipun demikian, banyak pengidap HIV mengalami perbaikan yang hebat pada kesehatan umum dan kualitas hidup mereka, sehingga terjadi adanya penurunan drastis atas tingkat kesakitan (morbiditas) dan tingkat kematian (mortalitas) karena HIV.[78][79][80] Tanpa perawatan HAART, berubahnya infeksi HIV menjadi AIDS terjadi dengan kecepatan rata-rata (median) antara sembilan sampai sepuluh tahun, dan selanjutnya waktu bertahan setelah terjangkit AIDS hanyalah 9.2 bulan.[25] Penerapan HAART dianggap meningkatkan waktu bertahan pasien selama 4 sampai 12 tahun.[81][82] Bagi beberapa pasien lainnya, yang jumlahnya mungkin lebih dari lima puluh persen, perawatan HAART memberikan hasil jauh dari optimal. Hal ini karena adanya efek samping/dampak pengobatan tidak bisa ditolerir, terapi antiretrovirus sebelumnya yang tidak efektif, dan infeksi HIV tertentu yang resisten obat. Ketidaktaatan dan ketidakteraturan dalam menerapkan terapi antiretrovirus adalah alasan utama mengapa kebanyakan individu gagal memperoleh manfaat dari penerapan HAART.[83] Terdapat bermacam-macam alasan atas sikap tidak taat dan tidak teratur untuk penerapan HAART tersebut. Isyu-isyu psikososial yang utama ialah kurangnya akses atas fasilitas kesehatan, kurangnya dukungan sosial, penyakit kejiwaan, serta penyalahgunaan obat. Perawatan HAART juga kompleks, karena adanya beragam kombinasi jumlah pil, frekuensi dosis, pembatasan makan, dan lain-lain yang harus dijalankan secara rutin .[84][85][86]Berbagai efek samping yang juga menimbulkan keengganan untuk teratur dalam penerapan HAART, antara lain lipodistrofi,dislipidaemiapenolakan insulin, peningkatan risiko sistem kardiovaskular, dan kelainan bawaan pada bayi yang dilahirkan.[87][88]

Obat anti-retrovirus berharga mahal, dan mayoritas individu terinfeksi di dunia tidaklah memiliki akses terhadap pengobatan dan perawatan untuk HIV dan AIDS tersebut.[89]

[sunting]Penanganan eksperimental dan saran

Telah terdapat pendapat bahwa hanya vaksin lah yang sesuai untuk menahan epidemik global (pandemik) karena biaya vaksin lebih murah dari biaya pengobatan lainnya, sehingga negara-negara berkembang mampu mengadakannya dan pasien tidak membutuhkan perawatan harian.[89] Namun setelah lebih dari 20 tahun penelitian, HIV-1 tetap merupakan target yang sulit bagi vaksin.[89]

Beragam penelitian untuk meningkatkan perawatan termasuk usaha mengurangi efek samping obat, penyederhanaan kombinasi obat-obatan untuk memudahkan pemakaian, dan penentuan urutan kombinasi pengobatan terbaik untuk menghadapi adanya resistensi obat. Beberapa penelitian menunjukan bahwa langkah-langkah pencegahan infeksi oportunistik dapat menjadi bermanfaat ketika menangani pasien dengan infeksi HIV atau AIDS. Vaksinasi atas hepatitis A dan B disarankan untuk pasien yang belum terinfeksi virus ini dan dalam berisiko terinfeksi.[90] Pasien yang mengalami penekanan daya tahan tubuh yang besar juga disarankan mendapatkan terapi pencegahan (propilaktik) untuk pneumonia pneumosistis, demikian juga pasien toksoplasmosis dan kriptokokus meningitis yang akan banyak pula mendapatkan manfaat dari terapi propilaktik tersebut.[71]

[sunting]Pengobatan alternatif

Berbagai bentuk pengobatan alternatif digunakan untuk menangani gejala atau mengubah arah perkembangan penyakit.[91] Akupunkturtelah digunakan untuk mengatasi beberapa gejala, misalnya kelainan syaraf tepi (peripheral neuropathy) seperti kaki kram, kesemutan atau nyeri; namun tidak menyembuhkan infeksi HIV.[92] Tes-tes uji acak klinis terhadap efek obat-obatan jamu menunjukkan bahwa tidak terdapat bukti bahwa tanaman-tanaman obat tersebut memiliki dampak pada perkembangan penyakit ini, tetapi malah kemungkinan memberi beragam efek samping negatif yang serius.[93]

Beberapa data memperlihatkan bahwa suplemen multivitamin dan mineral kemungkinan mengurangi perkembangan penyakit HIV pada orang dewasa, meskipun tidak ada bukti yang menyakinkan bahwa tingkat kematian (mortalitas) akan berkurang pada orang-orang yang memiliki status nutrisi yang baik.[94] Suplemen vitamin A pada anak-anak kemungkinan juga memiliki beberapa manfaat.[94]Pemakaian selenium dengan dosis rutin harian dapat menurunkan beban tekanan virus HIV melalui terjadinya peningkatan pada jumlah CD4. Selenium dapat digunakan sebagai terapi pendamping terhadap berbagai penanganan antivirus yang standar, tetapi tidak dapat digunakan sendiri untuk menurunkan mortalitas dan morbiditas.[95]

Penyelidikan terakhir menunjukkan bahwa terapi pengobatan alteratif memiliki hanya sedikit efek terhadap mortalitas dan morbiditas penyakit ini, namun dapat meningkatkan kualitas hidup individu yang mengidap AIDS. Manfaat-manfaat psikologis dari beragam terapi alternatif tersebut sesungguhnya adalah manfaat paling penting dari pemakaiannya.[96]

Namun oleh penelitian yang mengungkapkan adanya simtoma hipotiroksinemia pada penderita AIDS yang terjangkit virus HIV-1, beberapa pakar menyarankan terapi dengan asupan hormon tiroksin.[97] Hormon tiroksin dikenal dapat meningkatkan laju metabolisme basal sel eukariota[98] dan memperbaiki gradien pH pada mitokondria.[99]

[sunting]Epidemiologi

 

 

Meratanya HIV diantara orang dewasa per negara pada akhir tahun 2005.

██ 15–50%██ 5–15%██ 1–5%

██ 0.5–1.0%██ 0.1–0.5%

██ <0.1%██ tidak ada data

UNAIDS dan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah membunuh lebih dari 25 juta jiwa sejak pertama kali diakui tahun 1981, membuat AIDS sebagai salah satu epidemik paling menghancurkan pada sejarah. Meskipun baru saja, akses perawatan antiretrovirus bertambah baik di banyak region di dunia, epidemik AIDS diklaim bahwa diperkirakan 2,8 juta (antara 2,4 dan 3,3 juta) hidup pada tahun 2005 dan lebih dari setengah juta (570.000) merupakan anak-anak.[5]Secara global, antara 33,4 dan 46 juta orang kini hidup dengan HIV.[5] Pada tahun 2005, antara 3,4 dan 6,2 juta orang terinfeksi dan antara 2,4 dan 3,3 juta orang dengan AIDS meninggal dunia, peningkatan dari 2003 dan jumlah terbesar sejak tahun 1981.[5]

Afrika Sub-Sahara tetap merupakan wilayah terburuk yang terinfeksi, dengan perkiraan 21,6 sampai 27,4 juta jiwa kini hidup dengan HIV. Dua juta [1,5&-3,0 juta] dari mereka adalah anak-anak yang usianya lebih rendah dari 15 tahun. Lebih dari 64% dari semua orang yang hidup dengan HIV ada di Afrika Sub Sahara, lebih dari tiga per empat (76%) dari semua wanita hidup dengan HIV. Pada tahun 2005, terdapat 12.0 juta [10.6-13.6 juta] anak yatim/piatu AIDS hidup di Afrika Sub Sahara.[5] Asia Selatan dan Asia Tenggara adalah terburuk kedua yang terinfeksi dengan besar 15%. 500.000 anak-anak mati di region ini karena AIDS. Dua-tiga infeksi HIV/AIDS di Asia muncul di India, dengawn perkiraan 5.7 juta infeksi (perkiraan 3.4 – 9.4 juta) (0.9% dari populasi), melewati perkiraan di Afrika Selatan yang sebesar 5.5 juta (4.9-6.1 juta) (11.9% dari populasi) infeksi, membuat negara ini dengan jumlah terbesar infeksi HIV di dunia.[100] Di 35 negara di Afrika dengan perataan terbesar, harapan hidup normal sebesar 48.3 tahun – 6.5 tahun sedikit daripada akan menjadi tanpa penyakit.[101]

[sunting]Sejarah

AIDS pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 Juni 1981, ketika Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat mencatat adanya Pneumonia pneumosistis (sekarang masih diklasifikasikan sebagai PCP tetapi diketahui disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii) pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles.[102]

Dua spesies HIV yang diketahui menginfeksi manusia adalah HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 lebih mematikan dan lebih mudah masuk kedalam tubuh. HIV-1 adalah sumber dari mayoritas infeksi HIV di dunia, sementara HIV-2 sulit dimasukan dan kebanyakan berada diAfrika Barat.[103] Baik HIV-1 dan HIV-2 berasal dari primata. Asal HIV-1 berasal dari simpanse Pan troglodytes troglodytes yang ditemukan di Kamerun selatan.[104] HIV-2 berasal dari Sooty Mangabey (Cercocebus atys), monyet dari Guinea BissauGabon, danKamerun.

Banyak ahli berpendapat bahwa HIV masuk ke dalam tubuh manusia akibat kontak dengan primata lainnya, contohnya selama berburu atau pemotongan daging.[105] Teori yang lebih kontroversial yang dikenal dengan nama hipotesis OPV AIDS, menyatakan bahwa epidemik AIDS dimulai pada akhir tahun 1950-an di Kongo Belgia sebagai akibat dari penelitian Hilary Koprowski terhadap vaksinpolio.[106][107] Namun demikian, komunitas ilmiah umumnya berpendapat bahwa skenario tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang ada.[108][109][110]

[sunting]Sosial dan budaya

[sunting]Stigma

 

 

Ryan White sebagai model poster HIV. Ia dikeluarkan dari sekolah dengan alasan terinfeksi HIV.

Hukuman sosial atau stigma oleh masyarakat di berbagai belahan dunia terhadap pengidap AIDS terdapat dalam berbagai cara, antara lain tindakan-tindakan pengasingan, penolakan, diskriminasi, dan penghindaran atas orang yang diduga terinfeksi HIV; diwajibkannya uji coba HIV tanpa mendapat persetujuan terlebih dahulu atau perlindungan kerahasiaannya; dan penerapan karantina terhadap orang-orang yang terinfeksi HIV.[111] Kekerasan atau ketakutan atas kekerasan, telah mencegah banyak orang untuk melakukan tes HIV, memeriksa bagaimana hasil tes mereka, atau berusaha untuk memperoleh perawatan; sehingga mungkin mengubah suatu sakit kronis yang dapat dikendalikan menjadi “hukuman mati” dan menjadikan meluasnya penyebaran HIV.[112]

Stigma AIDS lebih jauh dapat dibagi menjadi tiga kategori:

  • Stigma instrumental AIDS – yaitu refleksi ketakutan dan keprihatinan atas hal-hal yang berhubungan dengan penyakit mematikan dan menular.[113]
  • Stigma simbolis AIDS – yaitu penggunaan HIV/AIDS untuk mengekspresikan sikap terhadap kelompok sosial atau gaya hidup tertentu yang dianggap berhubungan dengan penyakit tersebut.[113]
  • Stigma kesopanan AIDS – yaitu hukuman sosial atas orang yang berhubungan dengan isu HIV/AIDS atau orang yang positif HIV.[114]

Stigma AIDS sering diekspresikan dalam satu atau lebih stigma, terutama yang berhubungan dengan homoseksualitasbiseksualitas,pelacuran, dan penggunaan narkoba melalui suntikan.

Di banyak negara maju, terdapat penghubungan antara AIDS dengan homoseksualitas atau biseksualitas, yang berkorelasi dengan tingkat prasangka seksual yang lebih tinggi, misalnya sikap-sikap anti homoseksual.[115] Demikian pula terdapat anggapan adanya hubungan antara AIDS dengan hubungan seksual antar laki-laki, termasuk bila hubungan terjadi antara pasangan yang belum terinfeksi.[113]

[sunting]Dampak ekonomi

 

 

Perubahan angka harapan hidup di beberapa negara di Afrika.                     Botswana                     Zimbabwe                     Kenya                     Afrika Selatan                     Uganda

HIV dan AIDS memperlambat pertumbuhan ekonomi dengan menghancurkan jumlah manusia dengan kemampuan produksi (human capital).[5] Tanpa nutrisiyang baik, fasilitas kesehatan dan obat yang ada di negara-negara berkembang, orang di negara-negara tersebut menjadi korban AIDS. Mereka tidak hanya tidak dapat bekerja, tetapi juga akan membutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai. Ramalan bahwa hal ini akan menyebabkan runtuhnya ekonomi dan hubungan di daerah. Di daerah yang terinfeksi berat, epidemik telah meninggalkan banyak anak yatim piatu yang dirawat oleh kakek dan neneknya yang telah tua.[116]

Semakin tingginya tingkat kematian (mortalitas) di suatu daerah akan menyebabkan mengecilnya populasi pekerja dan mereka yang berketerampilan. Para pekerja yang lebih sedikit ini akan didominasi anak muda, dengan pengetahuan dan pengalaman kerja yang lebih sedikit sehingga produktivitas akan berkurang. Meningkatnya cuti pekerja untuk melihat anggota keluarga yang sakit atau cuti karena sakit juga akan mengurangi produktivitas. Mortalitas yang meningkat juga akan melemahkan mekanisme produksi daninvestasi sumberdaya manusia (human capital) pada masyarakat, yaitu akibat hilangnya pendapatan dan meninggalnya para orang tua. Karena AIDS menyebabkan meninggalnya banyak orang dewasa muda, ia melemahkan populasi pembayar pajak, mengurangi dana publik seperti pendidikan dan fasilitas kesehatan lain yang tidak berhubungan dengan AIDS. Ini memberikan tekanan pada keuangan negara dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Efek melambatnya pertumbuhan jumlah wajib pajak akan semakin terasakan bila terjadi peningkatan pengeluaran untuk penanganan orang sakit, pelatihan (untuk menggantikan pekerja yang sakit), penggantian biaya sakit, serta perawatan yatim piatu korban AIDS. Hal ini terutama mungkin sekali terjadi jika peningkatan tajam mortalitas orang dewasa menyebabkan berpindahnya tanggung-jawab dan penyalahan, dari keluarga kepada pemerintah, untuk menangani para anak yatim piatu tersebut.[116]

Pada tingkat rumah tangga, AIDS menyebabkan hilangnya pendapatan dan meningkatkan pengeluaran kesehatan oleh suatu rumah tangga. Berkurangnya pendapatan menyebabkan berkurangnya pengeluaran, dan terdapat juga efek pengalihan dari pengeluaran pendidikan menuju pengeluaran kesehatan dan penguburan. Penelitian di Pantai Gading menunjukkan bahwa rumah tanggal dengan pasien HIV/AIDS mengeluarkan biaya dua kali lebih banyak untuk perawatan medis daripada untuk pengeluaran rumah tangga lainnya.[117]

[sunting]Penyangkalan atas AIDS

Sekelompok kecil aktivis, diantaranya termasuk beberapa ilmuwan yang tidak meneliti AIDS, mempertanyakan tentang adanya hubungan antara HIV dan AIDS,[118] keberadaan HIV itu sendiri,[119] serta kebenaran atas percobaan dan metode perawatan yang digunakan untuk menanganinya. Klaim mereka telah diperiksa dan secara luas ditolak oleh komunitas ilmiah,[120] walaupun terus saja disebarkan melalui Internet dan sempat memiliki pengaruh politik di Afrika Selatan melalui mantan presiden Thabo Mbeki, yang menyebabkan pemerintahnya disalahkan atas respon yang tidak efektif terhadap epidemik AIDS di negara tersebut.[121][122][123]